POSKOTA.CO.ID - Seorang kreator konten, Abil Sudarman, mengaku mengalami serangan siber beruntun setelah mengunggah konten yang mengkritik proses rekrutmen lowongan kerja Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital).
Unggahan tersebut sebelumnya viral di media sosial karena menyoroti dugaan kejanggalan dalam mekanisme pengumpulan data pelamar kerja yang bisa diakses publik.
Kritik yang disampaikan Abil bukan sekadar menyoal prosedur administratif, melainkan menyentuh isu sensitif terkait keamanan dan dugaan kebocoran data pribadi.
Ia menemukan bahwa dokumen penting milik para pelamar, seperti CV hingga identitas diri, diduga dapat diakses secara terbuka oleh publik tanpa pengamanan memadai.
Baca Juga: Viral! Loker Komdigi Diduga Bocorkan Data Pribadi Pelamar Lewat Google Drive dan Bisa Diakses Publik
Situasi ini pun memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat digital. Selain berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), kasus tersebut juga berkembang menjadi sorotan serius setelah Abil mengaku menjadi sasaran serangan siber tak lama usai kritiknya ramai diperbincangkan.
Temuan Akses Terbuka Data Pelamar di Google Drive

Abil mengungkap bahwa para pelamar diarahkan untuk mengunggah dokumen penting melalui formulir dan folder Google Drive. Namun yang mengejutkan, seluruh folder berisi data pribadi pelamar lain justru dapat diakses secara bebas.
"Ini berbahaya. Data ribuan orang, termasuk CV, foto KTP, dan informasi pribadi lain, bisa dilihat siapa saja," ujar Abil dalam videonya, dikutip Poskota pada, Jumat 30 Januari 2026.
Dalam penjelasan lanjutan, Abil menegaskan bahwa setiap pelamar dapat melihat dokumen milik pelamar lainnya tanpa pembatasan akses apa pun.
"Masalahnya adalah, semua pelamar datanya kelihatan di Google Drive ini. Semua foldernya keliatan nama-namanya nih. Jadi lo mau ngelamar, lo bisa buka data pribadi milik pelamar lain. Kelihatan telanjang semua bisa dibuka," kata Abil melalui akun Instagramnya @abilsudarman pada, Selasa 27 Januari 2026.
