POSKOTA.CO.ID - Menjelang periode mudik Lebaran, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi biasanya meningkat. Banyak calon konsumen mulai mencari kendaraan yang dinilai aman, nyaman, serta mampu menunjang perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
Melihat momentum tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengoptimalkan layanan tukar tambah kendaraan melalui program Suzuki Auto Value.
Melalui layanan ini, konsumen dapat menukar mobil lamanya dengan mobil baru Suzuki dalam satu proses yang terintegrasi, termasuk dengan sistem penilaian kendaraan atau appraisal yang dilakukan secara profesional dan transparan.
Promo Trade-In hingga Rp4 Juta
Dalam rangka menyambut periode mudik tahun ini, Suzuki juga menghadirkan promo tambahan bagi konsumen yang memanfaatkan layanan tersebut.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar Lokasi Suzuki Bengkel Siaga 2026 untuk Motor dan Mobil
Konsumen yang melakukan pembelian mobil penumpang Suzuki melalui skema trade-in berkesempatan memperoleh subsidi sebesar Rp4 juta, sementara pembelian kendaraan niaga seperti Suzuki Carry mendapatkan subsidi sebesar Rp2 juta.
Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Dony Ismi Saputra, mengatakan bahwa layanan tukar tambah menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin mengganti kendaraan sebelum mudik.
“Kami mengamati adanya peningkatan kebutuhan kendaraan yang lebih nyaman menjelang Lebaran. Melalui Auto Value, kami suguhkan solusi trade-in cepat, aman, dan minim hambatan. Konsumen tidak perlu repot menjual mobil lamanya sendiri karena kami beri valuasi secara objektif. Mudik tahun ini pun bisa segera menggunakan mobil terbaru,” ujarnya.
Konsumen Bisa Tetap Menggunakan Mobil Lama
Salah satu keunggulan layanan Auto Value adalah memberikan fleksibilitas bagi konsumen. Dalam proses tukar tambah tersebut, konsumen masih dapat menggunakan mobil lamanya hingga unit kendaraan baru siap dikirimkan.
Baca Juga: Suzuki Siap Rilis Motor 150 cc? Nama UFR150 Muncul di Samsat DKI
Dengan mekanisme tersebut, aktivitas harian masyarakat tidak terganggu meskipun proses transaksi kendaraan baru sedang berlangsung.
