Baca Juga: Penjual Es Kue Viral Ngaku Kapok Jualan ke Jakarta usai Dituding Pakai Gabus dan Dianiaya
Kronologi Dugaan Penganiayaan terhadap Suderajat
Peristiwa yang menimpa Suderajat terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pada Sabtu, 24 Januari 2026. Saat itu, ia tengah berjualan di kawasan Kemayoran. Sekelompok orang datang dengan alasan ingin membeli es gabus, namun situasi berubah setelah dagangannya dituding terbuat dari spons.
Es gabus tersebut diremas, dihancurkan, bahkan dibejek. Sebagian es juga dilempar ke arah wajah Suderajat hingga melukai pipinya. “Iya, (es gabus) diremas-remas jadi hancur. Dibejek-bejek, ini dekat mata saya jadi sakit karena disabet kena timpukan es sama dia,” ujar Suderajat.
Ia juga mengaku sempat ditendang dan merasa lemas. Upaya menjelaskan bahwa dagangannya asli tidak diterima. “Saya bilang ini es kue yang asli. Saya bilang bukan tapi mereka bilang es spons,” ungkapnya.
Video Viral dan Bantuan yang Mengalir
Kasus ini semakin ramai setelah video yang menampilkan Ikhwan dan Heri viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @duniapunyacerita_.
“Nah sekarang ada pelaku yang menyamarkan nih. Intinya ini enggak boleh dimakan. Karena tadi kami coba kok rasanya beda, bukan kue. Ternyata nih bahannya dari spons. Spons dikasih sirop-sirop,” ujar Ikhwan. Sementara Heri menginterogasi Suderajat dengan nada tinggi hingga menuai kritik warganet.
Di tengah polemik, bantuan mulai berdatangan. Kapolres Depok Kombes Abdul Waras mendatangi langsung kediaman Suderajat, sementara pemerintah daerah memberikan bantuan sembako dan dukungan pendidikan bagi anak-anaknya.
Terungkapnya sosok pelapor menjadi titik awal pengungkapan kasus ini, namun publik masih menanti hasil uji laboratorium lanjutan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak.
