Pendidikan Demokrasi bagi Pelajar di Cianjur, Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Jelaskan Hak-Kewajiban Warga Negara

Selasa 27 Jan 2026, 05:08 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Abdul Karim menggelar pendidikan demokrasi bagi pelajar di Cafe Teh Sari, Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur. (Sumber: Dok. Istimewa)

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Abdul Karim menggelar pendidikan demokrasi bagi pelajar di Cafe Teh Sari, Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur. (Sumber: Dok. Istimewa)

CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Karim menggelar kegiatan Pendidikan Demokrasi bagi pelajar gabungan di Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Teh Sari, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, dan diikuti antusiasme para pelajar.

Dalam kegiatan itu, ia menyampaikan pentingnya pemahaman demokrasi sejak dini, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Politisi Partai Gerindra ini menekankan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses pemilihan umum, tetapi juga mencakup sikap saling menghargai pendapat, keterlibatan aktif dalam musyawarah, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pelajar perlu memahami arti demokrasi yang sebenarnya, agar ke depan mereka menjadi warga negara yang sadar hak dan kewajibannya,” kata legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kebupaten Cianjur itu.

Kegiatan pendidikan demokrasi tersebut berlangsung secara interaktif. Para pelajar aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan terkait praktik demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Baca Juga: Milangka ke-42 Desa Girimulya Cianjur, Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Apresiasi Harmoni Alam dan Budaya Kesundaan

Diskusi yang dibangun dinilai mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai demokrasi.

Abdul Karim menilai tingginya antusiasme pelajar menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk belajar dan terlibat dalam proses demokrasi. Menurutnya, pendidikan demokrasi seperti ini penting untuk terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Harapannya, pelajar tidak hanya paham secara teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi politik yang positif sekaligus mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga dan memperkuat demokrasi di Indonesia.


Berita Terkait


News Update