POSKOTA.CO.ID - Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 2026, pertanyaan seputar batas akhir puasa qadha kembali ramai diperbincangkan umat Islam.
Tak sedikit yang masih menyimpan utang puasa akibat sakit, haid, nifas, atau alasan syar’i lainnya pada Ramadhan sebelumnya.
Dalam hukum fiqih Islam, pelaksanaan qadha puasa Ramadhan termasuk kategori muwassa’, yakni memiliki rentang waktu yang luas dan tidak dibatasi hari tertentu secara sempit.
Allah SWT memberikan kelonggaran bagi hamba-Nya untuk mengganti puasa yang tertinggal kapan saja, terhitung sejak bulan Syawal hingga menjelang Ramadhan di tahun berikutnya.
Namun demikian, kelonggaran tersebut bukan tanpa batas. Ada garis waktu tegas yang menjadi penutup kesempatan qadha, yakni terbitnya hilal Ramadhan berikutnya.
Ketika bulan Ramadhan baru telah masuk, maka kesempatan mengganti puasa sebelumnya otomatis berakhir dan dapat berimplikasi pada kewajiban fidyah bagi sebagian kondisi tertentu.
Lantas, sampai kapan tepatnya batas akhir puasa qadha? Berikut deadline waktu yang perlu dicatat.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan 24 Karat Hari Ini 27 Januari 2026: Naik Lagi Jadi Rp2.600.000 per Gram
Sampai Kapan Batas Akhir Qadha Puasa?
Untuk tahun 2026, berdasarkan perhitungan kalender hijriah dan prediksi hisab, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dengan demikian, batas akhir mutlak pelaksanaan qadha puasa adalah sehari sebelumnya, yakni Rabu, 18 Februari 2026, yang bertepatan dengan hari terakhir bulan Sya’ban.
Tanggal ini menjadi penanda penting bagi umat Islam yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan.
