Mengaku Petugas Pajak, Penipu Gasak Rp2 Miliar dari Rekening Seorang Dokter

Jumat 23 Jan 2026, 20:08 WIB
Ilusrasi modus penipuan (Sumber: PxHere)

Ilusrasi modus penipuan (Sumber: PxHere)

Di Bank Permata, terjadi dua transaksi, satu untuk biaya administrasi Rp10 ribu, dan satu lagi sebesar Rp4,5 juta berhasil dibobol. 

"Di sistem HSBC juga ada upaya pembobolan yang gagal karena sistem proteksi bank," ucap DT.

Selanjutnya, DT segera menghubungi OCBC dan membuat laporan polisi dengan nomor STTLP/B/967/XI/2025/SPKT/POLSEK Medan Baru.

Baca Juga: Indonesia Tinggal Alter Ego, Ini Jam Tayang AE vs TS di M7 MLBB

Ia juga melaporkan kejadian ini ke Kepala KPP Medan Polonia karena menilai penipuan kemungkinan terkait kebocoran data wajib pajak.

Tanggapan Perbankan dan Lembaga Terkait

DT menyampaikan, pihak OCBC menyampaikan bahwa seluruh transaksi pada rekening korban telah diproses sesuai dengan prosedur operasional standar perbankan. Namun demikian, DT mengaku kecewa lantaran tidak adanya konfirmasi langsung dari bank terkait transaksi bernilai besar yang dinilai tidak wajar.

Ia juga menilai sistem mobile banking OCBC masih memiliki celah, salah satunya memungkinkan akses pada lebih dari satu perangkat dengan batas transaksi harian yang relatif tinggi.

Selain berkoordinasi dengan pihak bank, DT turut melaporkan insiden tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Departemen Sistem Pembayaran dan Kebijakan (DSPK) Bank Indonesia.

Baca Juga: Link Video Gym Ambarawa Diduga Personal Trainer dan Siswi SMA Diklaim Bocor, Cek Faktanya di Sini!

Sejumlah lembaga merespons laporan tersebut secara positif, meskipun korban sempat mengalami kendala terkait alur pelaporan di Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

“Seiring makin canggihnya metode peretasan dan potensi kebocoran data, bank seharusnya lebih aktif dalam memperkuat perlindungan terhadap dana nasabah,” keluh DT.


Berita Terkait


News Update