Mengaku Petugas Pajak, Penipu Gasak Rp2 Miliar dari Rekening Seorang Dokter

Jumat 23 Jan 2026, 20:08 WIB
Ilusrasi modus penipuan (Sumber: PxHere)

Ilusrasi modus penipuan (Sumber: PxHere)

POSKOTA.CO.ID - Seorang dokter berinisial DT mengaku rekeningnya telah dibobol penipu yang mengaku petugas pajak. Akibatnya, ia harus kehilangan uangnya sekira Rp2 miliar yang disimpan di Bank OCBC.

Kasus ini bermula dari surat permintaan penjelasan data dari KPP Medan Polonia (SP2DK) yang diterima DT pada 10 Oktober 2025.

DT menjelaskan pada 20 November 2025, DT mendatangi KPP Medan Polonia dan memberikan data kepada seorang pegawai bernama AR.

Keesokan harinya, DT menerima pesan WhatsApp dari nomor asing yang mengaku sebagai petugas pajak dan mengirim file untuk kepentingan pelaporan SPT 2025. 

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

"Pesan ini dilengkapi dengan logo resmi Direktorat Jenderal Pajak. File yang diterima adalah aplikasi palsu bernama CORETAX1_0_69_20251029.apk," ujar DT kepada Poskota, Jumat, 23 Januari 2026.

Menurut DT,  penipu membimbing tersebut membimbing dirinya melalui video call di ponsel dan laptop untuk mengunduh dan menginstal aplikasi tersebut. Selama proses, penipu menekankan agar layar HP korban tidak disentuh, mengancam jika proses terganggu.

Proses unduhan sendiri berlangsung bolak-balik selama satu jam. 

Di sinilah pembobolan rekening diduga terjadi. Pop-up notifikasi transaksi OCBC sempat muncul sebentar, menimbulkan kecurigaan," kata DT.

Baca Juga: Penyebab Mati Listrik 7 Hari di Indonesia Apa? Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya

Lanjut DT, setelah menekan tombol off selama 10 menit, DT menyadari uang di rekeningnya sudah berpindah ke beberapa rekening tak dikenal. Kata dia, penipu mencoba membobol rekeningnya sebanyak 14 kali, dua percobaan gagal.


Berita Terkait


News Update