POSKOTA.CO.ID - Umat Islam kini bersiap memasuki fase paling istimewa dalam Ramadan 1447 Hijriah, yaitu sepuluh malam terakhir. Pada periode ini, kaum Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah demi meraih malam penuh kemuliaan, yakni Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Momentum tersebut menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik melalui salat malam, zikir, membaca Al-Qur’an, maupun doa.
Salah satu amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam tersebut adalah mendirikan shalat sunnah Lailatul Qadar.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘alaih, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan salat karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.
Baca Juga: Masjid Istiqlal Buka Itikaf di 10 Malam Terakhir Ramadhan 2026, Ini Jadwal Kegiatannya
Karena itu, banyak umat Islam berusaha memaksimalkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan untuk memperoleh keutamaan tersebut.
Waktu Pelaksanaan Shalat Lailatul Qadar

Para ulama, termasuk Imam Ghazali, menjelaskan bahwa Lailatul Qadar biasanya tersembunyi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Beberapa riwayat juga menyebutkan tanda-tanda malam Lailatul Qadar, antara lain:
- Suasana malam terasa sangat tenang
- Angin berhembus lembut
- Udara terasa sejuk dan tidak panas
- Tidak terjadi hujan
- Matahari pada pagi hari terbit dengan cahaya lembut dan tidak menyilaukan
Adapun jumlah rakaat shalat Lailatul Qadar minimal dua rakaat. Namun, tidak ada batasan maksimal, sehingga dapat dikerjakan sesuai kemampuan dan kekhusyukan masing-masing.
Baca Juga: Apakah Hari Ini Malam Lailatul Qadar? Simak Penjelasan dan Ciri-cirinya
Bacaan Niat Shalat Lailatul Qadar
Sebelum melaksanakan shalat, niatkan ibadah tersebut di dalam hati. Niat juga boleh dilafalkan sebagai berikut:
