Kopi Pagi: Cek Ombak 2029

Kamis 22 Jan 2026, 08:28 WIB
Kopi Pagi. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Kopi Pagi. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Jika yang digulirkan adalah dukungan terhadap sosok bakal capres-cawapres periode mendatang, dapat diidentifikasi bagaimana reaksi publik. Menerima, memberi dukungan atau menolak figur yang disodorkan.

Tentu, cek ombak tak sebatas ‘mengintip ‘ reaksi publik, di dalamnya dapat pula memahami kehendak publik atas figur yang diidolakan, memetakan preferensi pemilih, selain menjaga elektabilitas dan popularitas.

Jika reaksi publik sangat positif, cek ombak akan diperdalam dan diperluas lagi dari sisi hempasan ombak yang berbeda guna memastikan langkah politik aman menuju pilpres 2029.

Cek ombak bukan hal yang baru dan tabu. Dari pemilu ke pemilu cek ombak sudah lazim dilakukan untuk menguji reaksi publik, membangun komunikasi politik baik secara visual seperti pemasangan spanduk dan baliho serta foto tokoh di tempat strategis maupun melalui deklarasi dukungan.

Cek ombak tak sebatas menguji reaksi publik terhadap tokoh pilihan yang dipersiapkan mengikuti kontestasi pemilu, baik pilpres maupun pilkada, juga dalam hal menguji kebijakan yang bakal digulirkan.

Baca Juga: Kopi Pagi: Mari Jaga Bumi Kita

Tak jarang draft kebijakan ‘dibocorkan’ untuk memastikan sejauh mana dukungan publik diberikan atau sebaliknya menghadirkan penolakan. Akan menjadi positif, jika catatan, masukan dan kehendak publik menjadi bagian dari revisi kebijakan sebelum diterapkan.

Dalam pola yang berbeda, kebijakan diluncurkan, jika publik menolak, segera dianulir. Jika ini disebut cek ombak, ditengarai acap menimbulkan kegaduhan di awal kebijakan, meski berakhir dengan ketenangan, tak kurang kepuasan publik.

Kembali ke cek ombak menuju pilpres 2029, diprediksi akan terus bergulir sepanjang tahun 2026 dengan sejumlah figur yang berbeda, boleh jadi didominasi tokoh yang sama karena prestasi dan hasil karya nyata atas program kerja untuk memajukan bangsa dan negara serta upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Cek ombak adalah sah-sah saja untuk menguji reaksi pubik, tak ubahnya mendeteksi ke arah mana ombak mengalir, mengukur setinggi apa air bergulir.

Baca Juga: Kopi Pagi: Tanggap Kehendak Rakyat

Yang terpenting jangan sampai respons publik yang sudah didapat lantas diabaikan, dicuekin begitu saja. Kita patut memahami respons publik adalah sisi lain dari aspirasi rakyat yang harus diperhatikan dan diperjuangkan, jika tidak yang mencuat kemudian adalah kekecewaan, seperti dikatakan Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.


Berita Terkait


undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Mengajar dengan Cinta

Senin 24 Nov 2025, 06:07 WIB
undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Rayakan Kejujuran

Senin 08 Des 2025, 06:34 WIB

News Update