Obrolan Warteg: Bukan Perbanyak Pahala, Malah Tambah Dosa

Kamis 12 Mar 2026, 07:09 WIB
Obrolan warteg edisi hari ini, Kamis, 12 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan warteg edisi hari ini, Kamis, 12 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh: Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID - Acap terlontar dari warga: bulan puasa bukannya memperbanyak pahala, dosa malah bertambah. Ini boleh jadi cerminan sikap gemes menyaksikan masih ada orang mempertontonkan keburukan.

Keburukan itu seperti publik yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangannya demi kepentingan keluarga dan kerabat dekatnya. Dengan kekuasaannya bikin kolusi, kompromi upeti melalui lelang proyek, pembangunan infrastruktur.

“Yang gemes bukan kita-kita saja, hampir semua kalangan dari anggota dewan, cendekiawan, hingga karyawan serabutan ikut geregetan,” kata Heri berbincang bareng mas Bro dan bang Yudi dalam obrolan warteg.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Car Free Night di Malam Takbiran

“Tapi kita ini cuma bisa prihatin atas nasib daerah yang kepala daerahnya ditangkap KPK karena terjerat korupsi,” ujarnya.

“Iya enggak nyangka, dulu dipuji karena prestasi, dan kepeduliannya kepada warga masyarakat. Kini masuk bui, apa karena dijebak atau terjebak,” ucap Heri.

“Tak perlu ikut menelusuri, itu bagian dari proses penyidikan oleh KPK, kita doakan semoga tak ada lagi korupsi,” tutur Yudi.

“Tapi penyebab korupsi juga harus ditelusuri untuk mencari solusi bagaimana mencegah korupsi,” kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Pernyataan Menyejukkan, Bukan Memanaskan

“Betul juga, tak kurang. Ketua DPR, Puan Maharani menyatakan perlunya evaluasi secara menyeluruh untuk memahami penyebab mendasar dari maraknya kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah,” urai mas Bro.


Berita Terkait


undefined
Nah Ini Dia

Obrolan Warteg: Puasa Politik

Rabu 25 Feb 2026, 05:00 WIB

News Update