Kopi Pagi: Mandiri Energi Kian Mendesak

Kamis 12 Mar 2026, 06:02 WIB
Opini Kopi Pagi tentang kebutuhan minyak. (Sumber: Poskota)

Opini Kopi Pagi tentang kebutuhan minyak. (Sumber: Poskota)

POSKOTA.CO.ID - “Dalam membangun kemandirian, baik pangan, energi maupun air, hendaknya tertuju kepada lebih mendayagunakan potensi sumber daya lokal, baik sumber daya alam, manusia , sosial dan budaya untuk memperkuat kemandirian itu sendiri,” kata Harmoko.

Dunia sedang tidak baik-baik saja bukan sebatas retorika, terlebih fatamorgana, tetapi kian menjadi nyata adanya. Ketidakpastian geopolitik global dan berbagai tantangan semakin menjadi ancaman di depan mata.

Negara kita dan banyak negara lainya di belahan dunia tidak bisa mengelak dari ekses konflik di Timur Tengah. Perang Iran melawan AS dan Israel dampaknya sudah dirasakan dengan bertambahnya harga minyak dunia.

Harga minyak mentah jenis Brent sudah menembus angka 30 persen, sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sudah melonjak 30 persen daripada perdagangan sebelum perang meletus pada 28 Februari 2026.

Baca Juga: Kopi Pagi: Taat Kontrol Diri

Jika konflik berlanjut, tak hanya terganggunya pelayaran Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia dan keterlibatan lebih banyak negara di dalamnya, harga minyak bisa bertambah signifikan sebagaimana diperkirakan sejumlah negara produsen energi.

Negara produsen saja tertekan menyusul konflik di Timur Tengah, terlebih bagi yang mengandalkan sebagian kebutuhan bahan bakar minyak dengan mengimpor dari negara lain.

Negara lota masih memiliki ketergantungan BBM dari negara lain. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan kebutuhan, bahan bakar dalam negeri rata-rata mencapai 232.417 kilo liter (kl) per hari, hampir separuhnya dipasok dari negara lain melalui impor, termasuk jumlahnya cukup signifikan dari kawasan Timur Tengah.

Ini bisa berpotensi menimbulkan risiko terhadap stabilitas ekonomi nasional. Kita tahu jika harga minyak dunia terus bergolak, terlebih jika negara kita terpaksa melakukan penyesuaian harga, dampaknya sangat buruk. Efek domino akan terjadi mulai dari kenaikan harga barang dan jasa, melemahnya daya beli masyarakat, meningkatnya laju inflasi hingga tekanan berat kepada struktur APBN.

Baca Juga: Kopi Pagi: Tak Selamanya Diam Itu Emas

Sementara itu, kita bisa bernafas lega, semoga bisa seterusnya menyusul pernyataan sejumlah pejabat negeri yang menyebutkan Indonesia masih kuat menghadapi gejolak harga minyak dunia. Banyak alternatif mengimpor minyak dari negara di luar Timur Tengah, misalkan Amerika, Afrika, maupun Asia Pasifik.


Berita Terkait


undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Tanggap Kehendak Rakyat

Senin 05 Jan 2026, 09:44 WIB
undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Mari Jaga Bumi Kita

Kamis 08 Jan 2026, 07:32 WIB
undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Cek Ombak 2029

Kamis 22 Jan 2026, 08:28 WIB

News Update