JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - DPRD Jakarta menyoroti gudang penyimpanan vaksin hingga obat HIV di Jakarta Barat (Jakbar) dianggap tidak layak.
Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Barat, Sahruna menjelaskan, pasokan obat tersebut dipindahkan setelah gudang penyimpanan di wilayah Cengkareng terbakar pada Mei 2024.
"Awalnya Sudinkes memiliki gudang penyimpanan yang layak dan memenuhi standar yang terletak di cengkareng, tetapi pada Mei 2024 mengalami insiden kebakaran yang disebabkan korsleting listrik," kata Sahruna lewat pesan singkat, Rabu, 21 Januari 2026.
Dinkes Jakbar kemudian meminjam ruangan di Puskesmas Grogo Petamburan untuk meletakkan obat-obatan yang selamat dari kebakaran.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
"Tetapi hanya Puskesmas Grogol Petamburan saja yang mempunyai tempat untuk menyimpan obat program buffer Sudinkes," ujarnya.
Namun, dengan ruangan seadanya, tempat penyimpanan sesuai standar yang berlaku meski bangunan memang kurang layak.
"Untuk obat yang dikeluhkan bau sebenarnya memang dasar obatnya baunya seperti itu. Sudah dilakukan pemeriksaan oleh BPOM RI dgn nomor batch yg beda tetapi baunya sama (terlampir)," katanya.
Ia mengatakan, permohonan perbaikan tempat penyimpanan tersebut sudah diajukan.
Baca Juga: DPRD Jakarta Soroti Kesiapan Jumantik Pengendali Nyamuk DBD
"Tempat penyimpanan vaksin terlalu kecil dan sempit sehingga penyimpanan coldchain disesuaikan mengikuti luas ruangan yang ada," tuturnya.
