DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Seorang mantan kru artis ditemukan meninggal dunia di kontrakan, Gang Gang Muatim RT 01 RW 08, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok pada Selasa, 20 Januari 2025.
Saksi sekaligus teman dekat korban, Putra, 45 tahun mengatakan, korban berinisial BMP, 60 tahun, ditemukan oleh tetangganya sudah tidak bernyawa terbaring di tempat tidur.
"Pagi-pagi saat mau berangkat kerja ke pabrik, perasaan keluar sudah tidak enak saja. Tapi korban menyuruh masih kondisi bisa diajak bicara tapi sudah terbaring di kasur menyuruh untuk masuk kerja," ujar Putra kepada Poskota di lokasi kejadian, Selasa, 20 Januari 2026.
Putra mengaku sudah 8 tahun berteman dengan korban. Ia menyebut korban tidak memiliki kerabat maupun keluarga di Jakarta atau Depok.
Baca Juga: DPRD DKI Nilai Rute Blok M-Soeta dan Cawang-Jababeka Strategis Kurangi Kemacetan
Sosok korban di mata Putra juga merupakan orang yang gigih, hingga pernah menjadi bagian dalam kru artis film.
"Sewaktu masih sehat orangnya gigih dan cekatan sampai pernah menjadi bagian dalam kru aktris film penyuplai makanan cemilan kacang saat sedang istirahat syuting," ungkapnya.
Karena penyakit paru yang dideritanya, korban BPM diketahui sempat dirawat inap di rumah sakit (RS) Arafiq Pengasinan, Sawangan, selama 9 hari.
"Korban memiliki sakit paru-paru sudah cukup lama. Sempat dirawat itensif di RS Arafiq Sawangan, dan ini sudah tinggal rawat jalan dibantu para tetangga tapi malah Tuhan berkehendak lain mengangkat nyawanya bisa lebih tenang disisi Tuhan," jelas Putra.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Daan Mogot, Lansia Tewas Terlindas Truk
Sementara itu, Wati, pemilik kontrakan mengatakan bahwa korban baru saja menyewa kamar di tempat miliknya selama 2 bulan.
"Korban baru 2 bulan mengontrak dan tidak memiliki keluarga," tuturnya.
Terpisah, Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh mengatakan anggota bersama Kanit Reskrim Polsek Cinere, Iptu Firman langsung melakukan olah TKP setelah ada laporan temuan mayat.
"Informasi warga ada orang meninggal di dalam rumah kontrakan daerah Meruyung. Anggota langsung bergerak melakukan olah TKP," ujar Chairul kepada Poskota di lokasi kejadian, Selasa siang, 20 Januari 2026.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Bongkar Home Industry Senjata Api Ilegal, 5 Orang Ditetapkan Tersangka
Menurut Chairul, dari ketarangan saksi-saksi, sebelum meninggal dunia korban sempat bergerak dan mengobrol dengan teman satu kamarnya.
"Korban diketahui meninggal sekitar pukul 10.00 WIB, dengan ditandai suara ngorok setelah dicek tetangga akhirnya sudah meninggal dunia," ungkapnya.
Lantaran korban hidup sebatang kara tanpa keluarga, hanya ada teman dan tetangga saja yang ikut merawatnya saat sakit. Dari penuturan Chairul, korban BMP nantinya akan segera dimakamkan di TPU terdekat.
"Ada satu keluarga sesama satu marga, nanti yang akan mengurus korban hingga sampai di makamkan sesuai keyakinannya agama nasrani," kata dia.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Metro Depok, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau yang mencurigakan pada tubuh korban.
"Korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya yaitu sakit Paru-Paru. Diperkuat lagi dengan ada obat-obatan dari rumah sakit juga," ujarnya. (ang)
