JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berencana akan membuka dua rute baru layanan Transjabodetabek, yakni rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) dan rute Cawang–Jababeka.
Pembukaan dua rute baru ini untuk mengurai kemacetan di ibu kota serta mengejar target penggunaan transportasi umum. Pengembangan rute baru ini, menyasar titik mobilitas pekerja dan penumpang yang tinggi.
Pramono menyampaikan, berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, kebutuhan layanan transportasi dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat tinggi.
"Mengenai transjabodetabek. Memang kami akan membuka rute-rute baru. Yang pertama dari laporan Kepala Dinas Perhubungan adalah dari Blok M ke Bandara Soetta. Karena ini kebutuhannya sekarang ini tinggi sekali," ucap Pramono di Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Januari 2026.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Selain itu, Pramono memyebut akan membuka rute baru dari Cawang menuju kawasan industri Jababeka.
Menurut dia, kawasan Jababeka menampung jumlah pekerja yang sangat besar, sehingga membutuhkan akses transportasi publik yang andal dan terjangkau.
"Kemudian satu lagi dari Cawang ke Jababeka. Kenapa itu dilakukan? Karena memang pekerja kita di Jababeka itu cukup tinggi, dan kebutuhannya juga tinggi," ujarnya.
Pembukaan Rute Tunggu Izin Kemenhub
Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa pembukaan rute lintas provinsi tidak bisa dilakukan secara sepihak.
Pihaknya harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Sehingga dengan demikian saya sedang mematangkan karena memang untuk lintas antar provinsi ini harus mendapatkan persetujuan kementerian perhubungan," ungkapnya.
Selain itu, Pramono juga menyoroti tingkat konektivitas layanan Transjakarta yang saat ini telah mencapai 92 persen secara keseluruhan.
Meski layanan sudah terhubung luas, tingkat pemanfaatan angkutan umum dinilainya masih rendah, berada di kisaran 23,4 persen.
Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Dikabarkan Nikah Lagi di Malaysia, Cek Faktanya
"Saya ingin meningkatkan ini supaya orang itu secara terus-menerus memanfaatkan angkutan umum yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta itu secara terus-menerus," kata Pramono.
Menurutnya, masih banyak warga yang berangkat bekerja menggunakan kendaraan pribadi, kemudian memarkirkannya di fasilitas park and ride, lalu melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum. Pola ini dinilai belum optimal untuk mengurangi kemacetan.
"Saya inginnya kalau masyarakat kita sudah menggunakan katakanlah 30 persen secara terus-menerus secara signifikan itu pasti akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta," pungkasnya. (cr-4).
