CENGKARENG, POSKOTA.CO.ID - Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat mencatat sepanjang Januari 2026, sebanyak 26 pasien menjalani perawatan dan pengobatan akibat gejala demam berdarah dengue (DBD).
Salah satunya Wita, 37 tahun, terlihat sedang bersandar dibahu adiknya saat sedang mengantri obat di Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa, 20 Januari 2026.
Sudah seminggu ini tubuh Wita lemas karena terjangkit gejala DBD. Ia menyebut kondisi ini sudah terjadi sejak seminggu yang lalu.
"(Badan meriang) udah dari hari Senin minggu lalu," kata Wita kepada Poskota.
Baca Juga: Tegur Pengendara Merokok, Warga di Jagakarsa Ditusuk Obeng
Ia menceritakan, awal menderita gejala DBD yaitu badannya merasa demam hingga lemas. Kemudian ia juga merasa seluruh badan terasa pegal-pegal dan langsung melakukan pemeriksaan ke Puskesmas.
"Gejala awal pertama sih demam, terus badan pada pegel-pegel, sama meriang," ucap dia.
Di Puskesmas Cengkareng, wanita karyawan swasta ini mengatakan, dirinya diberikan resep obat-obatan, yang juga termasuk vitamin B.
"Iya dikasih obat sama vitamin, dikasih vitamin B," ucap dia.
Baca Juga: Tujuh Lapak Rongsok di Pademangan Timur Ludes Terbakar
Ia mengatakan, saat awal hanya merasakan lelah dan tidak menyangka didiagnosis gelala DBD setelah melakukan pengobatan.
Pengobatan sudah seminggu berjalan, Wita mengaku sekarang ini tubuhnya masih lemas, dan juga badan masih pegal-pegal.
"Masih lemes, badan masih pegel-pegel. Badan juga kadang masih meriang," ungkap dia.
Hari ini ia kembali ke Puskemas untuk menjalani pemeriksaan rutin. Wita menyebut ada kabar baik dari hasil pengecekan darah yang dilakukan hari ini.
"Kalau rujukan ke RS belum ada, tadi trombositnya naik sih ya, baru naik jadi 158," kata Wita.
Baca Juga: 61 Kasus DBD di Jaktim, Usia Produktif Paling Rentan
Wita mengaku saat ini sedang ijin kerja karena mau istirahat total. Ia juga sekarang sedang menjalami pemeriksaan rutin di Puskesmaa Cengkareng.
"Pemeriksaan rutin, hari ini disuruh cek darah ya saya cek," kata dia. (pan)
