JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Genangan air yang sempat merendam permukiman warga di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, kini telah surut total.
Pantauan Poskota di lokasi, terlihat sejumlah warga di RW 05 Kelurahan Rawa Terate tengah membongkar motornya imbas terendam air. Selain itu, warga lainnya terlihat menjemur kasur yang terendam banjir hampir setinggi dua meter melanda kawasan tersebut pada Minggu, 18 Januari 2026 kemarin.
Banjir besar itu datang secara tiba-tiba pada Minggu pagi, tak lama setelah waktu salat Subuh. Luapan air dari kali di sekitar permukiman membuat ketinggian air meningkat sangat cepat dan merendam rumah-rumah warga hingga setinggi leher orang dewasa.
Salah satu warga yang rumahnya terdampak, Julia (34) mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah kedua selama ia tinggal di kawasan tersebut. Ia mengatakan, banjir sebelumnya hanya setinggi dada, namun kali ini air hampir mencapai leher orang dewasa.
Baca Juga: Jasad Lansia 70 Tahun Mengambang di Tengah Banjir Kawasan Perumahan di Bekasi
“Ya was-was, Mas, apalagi ini pinggir kali. Yang sekarang hampir seleher dewasa. Yang pertama dulu cuma sedada,” ujar Julia kepada Poskota, Senin, 19 Januari 2026.
Saat banjir terjadi, Julia sempat menyelamatkan sepeda motornya, namun kendaraan tersebut tetap sempat mogok karena harus melewati genangan di depan pabrik dekat rumahnya.
“Motor semalam saya bawa pulang, tapi di depan pabrik banjir, terus mogok,” kata Julia.
Di dalam rumah, dikatakan Julia, sejumlah perabotannya seperti lemari, meja, dan perkakas terendam air. Bahkan kulkas miliknya nyaris ikut terendam, meskipun posisi rumah sudah ditinggikan.
Baca Juga: Antam Duga Masih Ada Penambang Terjebak dalam Lubang Tambang Emas di Bogor
“Kulkas hampir kena, Mas. Padahal rumah ini sudah termasuk tinggi,” ujar Julia.
Beruntung, genangan air di wilayah tersebut relatif cepat surut. Menurut Julia, proses penyedotan air dibantu oleh pompa dari pihak kepolisian dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menghadapi potensi hujan hingga akhir Februari sesuai prediksi BMKG, Julia berharap pemerintah dapat terus hadir membantu warga saat banjir kembali datang.
“Iya, dibantu pompa dari kepolisian dan dari Pemprov juga. Paling berharap bantuan saja sih. Sama pengobatan,” katanya.
Baca Juga: Warga Sukanagara Kabupaten Tangerang Kompak Patungan Dana Perbaiki Jalan Desa

Kondisi serupa juga dialami Yudi 43 (43) warga setempat yang menyebut ketinggian air di rumahnya mencapai sekitar 180 hingga 200 sentimeter.
“Kurang lebih 2 meter, kalau kurang mungkin 180-an sentimeter,” ujar Yudi sambil menunjuk bekas batas air di dinding rumahnya.
Menurut Yudi, air mulai masuk dengan sangat cepat pada Minggu pagi sekitar habis salat Subuh. Dalam hitungan jam, ketinggian air sudah melampaui perkiraan warga.
“Biasanya paling cuma setengah meter, 60 sentimeter. Tapi pagi itu saya lihat airnya beda, cepat banget naiknya,” ucap Yudi.
Baca Juga: Polisi Ambil Langkah Diversi Terhadap ABH yang Terlibat Peredaran Narkoba di Beji Depok
Yudi mengungkapkan, sekitar pukul 09.00 WIB, air mencapai titik tertinggi dan kemudian cenderung stagnan hingga sore hari. Proses surut baru terasa setelah waktu Isya, berkat bantuan pompa penyedot air.
Yudi mengungkapkan, bantuan dari aparat kepolisian dan pemerintah sempat datang ke lokasi berupa sembako dan makanan siap saji.
“Surut itu pas kurang lebih Isya. Iya, karena pompa juga. Alhamdulillah ada bantuan. Ada sembako, nasi segala,” katanya.
Meski demikian, banjir hampir setiap musim hujan menjadi kenyataan yang harus diterima warga. Yudi menyebut, sebagian warga telah mengantisipasi dengan membuat lantai bertingkat di dalam rumah.
“Mesin cuci pasti kena. Tapi warga di sini sudah antisipasi, bikin tingkat dua karena memang rawan banjir,” kata Yudi.
Ia menyebut, jika hujan turun terus-menerus, banjir besar hampir pasti terjadi. Namun bila hujan relatif stabil, genangan biasanya hanya setinggi dengkul. Yudi berharap pemerintah terus melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk turap kali yang baru dibangun di sekitar wilayah tersebut.
"Kalo hujannya kecil paling sedengkul, kan kemarim hujannya terus-terusan tuh. Mudah-mudahan kampung kita bisa lebih maju lagi. Kemarin ini kali juga baru diturap,” ujarnya.
Meski aktivitas kembali normal, kekhawatiran akan datangnya banjir susulan masih membayangi, seiring masih tingginya intensitas hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (cr-4)
