"Warga pernah mencoba menghalangi truk, tetapi ada oknum yang datang membawa senjata tajam dan mengancam warga agar tidak menghalangi," ucap dia.
Lebih lanjut, sebagai pengurus RT, Hendri hanya berharap masalah ini bisa selesai. Sebab masalah pembuangan sampah yang diduga ilegal ini sangat meresahkan warga.
"Kami hanya ingin lingkungan bersih. Dulu tanggul ini airnya bersih, anak-anak masih bisa bermain, sekarang sudah penuh sampah," tutur dia.
Baca Juga: Dinas SDA DKI Maksimalkan 612 Unit Pompa Atasi Genangan di Sejumlah Jakarta
Warga Tidak Bisa Lagi Cari Ikan Cere untuk Dijual
Salah satu warga di lokasi, Sarpin mengatakan, kondisi perairan yang dipenuhi sampah ini sudah terjadi sekitar lebih dari dua bulan.
“Sudah ada sekitar dua bulanan mah, sebelumnya airnya bersih, bening,” kata Sarpin kepada Poskota di lokasi.
Akibat banyaknya sampah, Sarpin mengaku tidak bisa mencari ikan cere dengan cara dijaring karena sampah yang mengganggu jaringnya itu.
“Sehari-hari kan saya di sini jaring ikan cere, ini jaring jadi pada rusak,” ungkap dia.
Menurut Sarpin, sampah yang menumpuk pada lahan di perairan tersebut dikarenakan adanya sampah yang hanyut akibat adahya urukan di lokasi itu. Belum diketahui secara pasti peruntukkan dari aktivitas pengerukan di lokasi tersebut. Namun lahan tersebut dijaga ketat sejumlah orang.
“Ya dari pengerukan itu, enggak tau pengerukan apa, sampahnya jadi ke mana-mana,” kata dia.
Sarpin mengatakan, sejak banyaknya sampah, dirinya menjadi sulit untuk menjaring ikan cere sehingga penghasilan berkurang.
“Biasanya kan dapat Rp200 ribu, itu belum sama beli umpannya. Kalau sekarang paling cuma dapat dikit. Kalau dapat ikan mujaer sekarang kurang laku, biasanya saya kasih ke tetangga aja,” ujarnya. (pan)
