Unjuk Rasa Warga Penjaringan, Tolak Aktivitas Sampah Ilegal di Kawasan Muara Baru

Minggu 18 Jan 2026, 17:11 WIB
Warga Penjaringan, Jakarta Utara, berunjuk rasa di lahan yang diduga menjadi tempat pembuangan sampah ilegal di kawasan tanggul Muara Baru, Minggu, 18 Januari 2026. (Sumber: Istimewa)

Warga Penjaringan, Jakarta Utara, berunjuk rasa di lahan yang diduga menjadi tempat pembuangan sampah ilegal di kawasan tanggul Muara Baru, Minggu, 18 Januari 2026. (Sumber: Istimewa)

PENJARINGAN, POSKOTA.CO.ID - Warga RT 20 RW 17 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, berunjuk rasa di lahan yang diduga menjadi tempat pembuangan sampah ilegal di kawasan tanggul Muara Baru, Minggu, 18 Januari 2026.

Dalam video yang diterima Poskota, massa mendatangi lahan yang diduga menjadi tempat membuang sampah ilegal dengan membawa sejumlah poster dan spanduk.

Diantara spanduk yang dibawa oleh warga, seluruhnya menyatakan protes terhadap dugaan aktivitas pembuangan sampah ilegal yang membuat perairan di kawasan itu tercemar.

"Kami ingin aktivitas pembuangan sampah diberhentikan. Bukan hanya pembersihan laut saja tapi aktivitasnya lanjut," tulis dalam spanduk yang dibawa massa yang unjuk rasa.

Baca Juga: Printer dan Proyektor SDN 1 Cikeas Bogor Digondol Maling, Polisi Masih Dalami Identitas Pelaku

"Terima kasih untuk para Jurnalis media online dan pegiat sosial media yang telah meliput berita ini," tulis dalam spanduk lainnya.

Unjuk Rasa Diikuti 300 Warga

Ketua RT 20 RW 17 Kelurahan Penjaringan, Hendri mengatakan, unjuk rasa diikuti sekitar 300 warga di lokasi tersebut. Menurutnya, unjuk rasa digelar karena warga sudah geram.

"Sudah sekitar lima bulan warga terganggu. Memang ada petugas dari UPS Badan Air yang membersihkan area tanggul, tetapi dari sisi lain pembuangan sampah tetap berjalan," kata Hendri melalui pesan singkat.

"Setiap hari kurang lebih ada sekitar 10 truk yang datang membuang sampah ke sini," ujarnya.

Baca Juga: Penemuan Jasad Bayi Mengambang di Kolam Empang Gegerkan Warga Tajurhalang Bogor

Hendri mengungkapkan, warga sempat berupaya menghentikan truk-truk pengangkut sampah, namun mendapat intimidasi.

"Warga pernah mencoba menghalangi truk, tetapi ada oknum yang datang membawa senjata tajam dan mengancam warga agar tidak menghalangi," ucap dia.

Lebih lanjut, sebagai pengurus RT, Hendri hanya berharap masalah ini bisa selesai. Sebab masalah pembuangan sampah yang diduga ilegal ini sangat meresahkan warga.

"Kami hanya ingin lingkungan bersih. Dulu tanggul ini airnya bersih, anak-anak masih bisa bermain, sekarang sudah penuh sampah," tutur dia.

Baca Juga: Dinas SDA DKI Maksimalkan 612 Unit Pompa Atasi Genangan di Sejumlah Jakarta

Warga Tidak Bisa Lagi Cari Ikan Cere untuk Dijual

Salah satu warga di lokasi, Sarpin mengatakan, kondisi perairan yang dipenuhi sampah ini sudah terjadi sekitar lebih dari dua bulan.

“Sudah ada sekitar dua bulanan mah, sebelumnya airnya bersih, bening,” kata Sarpin kepada Poskota di lokasi.

Akibat banyaknya sampah, Sarpin mengaku tidak bisa mencari ikan cere dengan cara dijaring karena sampah yang mengganggu jaringnya itu.

“Sehari-hari kan saya di sini jaring ikan cere, ini jaring jadi pada rusak,” ungkap dia.

Menurut Sarpin, sampah yang menumpuk pada lahan di perairan tersebut dikarenakan adanya sampah yang hanyut akibat adahya urukan di lokasi itu. Belum diketahui secara pasti peruntukkan dari aktivitas pengerukan di lokasi tersebut. Namun lahan tersebut dijaga ketat sejumlah orang.

“Ya dari pengerukan itu, enggak tau pengerukan apa, sampahnya jadi ke mana-mana,” kata dia.

Sarpin mengatakan, sejak banyaknya sampah, dirinya menjadi sulit untuk menjaring ikan cere sehingga penghasilan berkurang.

“Biasanya kan dapat Rp200 ribu, itu belum sama beli umpannya. Kalau sekarang paling cuma dapat dikit. Kalau dapat ikan mujaer sekarang kurang laku, biasanya saya kasih ke tetangga aja,” ujarnya. (pan)


Berita Terkait


News Update