POSKOTA.CO.ID - Pemerintah memastikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus pekerja migran Indonesia mulai dapat diakses pada Maret 2026.
Program pembiayaan ini disiapkan untuk membantu calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) memenuhi berbagai kebutuhan biaya sejak tahap persiapan hingga keberangkatan ke luar negeri.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menargetkan KUR Pekerja Migran ini menjadi solusi pembiayaan resmi yang mudah dijangkau, aman, dan terjangkau.
Dengan skema yang lebih terstruktur, pemerintah berharap calon PMI tidak lagi bergantung pada pembiayaan informal yang kerap memberatkan.
Baca Juga: Benarkah KUR BRI Tanpa Jaminan? Ini Penjelasan Resmi dan Fakta di Lapangan
Kewenangan KUR Resmi Beralih ke Kementerian P2MI
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengungkapkan bahwa kewenangan pengelolaan anggaran KUR pekerja migran kini telah resmi dialihkan dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke Kementerian P2MI.
Peralihan ini memungkinkan P2MI mengeksekusi program pembiayaan secara langsung tanpa hambatan administratif.
Christina menyebut, dengan beralihnya Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Kementerian P2MI dapat segera menjalankan program KUR penempatan pekerja migran sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Siap Disalurkan Melalui 14 Bank Penyalur
Dalam tahap awal, KUR pekerja migran akan disalurkan melalui 14 bank yang telah ditunjuk pemerintah. Total plafon pembiayaan yang disiapkan mencapai Rp331 miliar dan akan digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan calon PMI.
Pembiayaan tersebut mencakup biaya pelatihan, pengurusan dokumen keberangkatan, hingga kebutuhan lain yang berkaitan langsung dengan proses penempatan pekerja migran di luar negeri.
Kementerian P2MI menargetkan seluruh perjanjian kerja sama dengan bank penyalur dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu ke depan agar penyaluran berjalan sesuai jadwal.
Baca Juga: Bunga KUR BRI 2026 6 Persen Flat? Ini Hitungan Cicilan dan Ketentuan Tenornya
Dorong Akses Pembiayaan yang Mudah dan Terjangkau
Program KUR Pekerja Migran dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat, khususnya calon PMI di berbagai daerah. Pemerintah menilai kemudahan akses menjadi faktor penting agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh calon pekerja migran.
Christina menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat memahami cara mengakses KUR Pekerja Migran secara tepat. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian P2MI akan menyiapkan panduan visual yang disebarkan melalui media sosial serta memperkuat sosialisasi melalui jaringan bank penyalur.
Dukung Penempatan PMI yang Aman dan Legal
Selain membantu pembiayaan, KUR Pekerja Migran juga diharapkan mendorong proses penempatan PMI yang lebih aman, legal, dan terencana.
Dengan akses pembiayaan resmi, calon PMI dapat mengikuti seluruh tahapan penempatan sesuai prosedur tanpa terbebani biaya awal yang tinggi.
Pemerintah menilai dukungan pembiayaan yang terstruktur akan meningkatkan kesiapan calon PMI, baik dari sisi kompetensi, administrasi, maupun kesejahteraan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia, mulai dari pra-keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Baca Juga: Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 Plafon Rp70 Juta, Cicilan Mulai Rp2 Jutaan
Optimistis Mulai Berjalan Maret 2026
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Kementerian P2MI optimistis KUR Pekerja Migran dapat mulai diakses masyarakat pada Maret 2026. Program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi calon PMI yang ingin bekerja secara aman dan produktif di luar negeri.
Ke depan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi agar penyaluran KUR Pekerja Migran tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pekerja migran Indonesia beserta keluarganya.
