Waduk Cilangkap Batu Licin Diresmikan, Fahira Idris Berharap Efektif Tanggulangi Banjir Jakarta

Kamis 15 Jan 2026, 02:15 WIB
Anggota DPD RI Dapil Jakarta, Fahira Idris. (Sumber: Instagram/@kotajakartautara)

Anggota DPD RI Dapil Jakarta, Fahira Idris. (Sumber: Instagram/@kotajakartautara)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPD RI Dapil Jakarta, Fahira Idris menyambut baik peresmian Waduk Cilangkap Batu Licin di Jakarta Timur oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Peresmian ini dinilai menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan solusi struktural yang berkelanjutan di tengah meningkatnya intensitas hujan ekstrem dan kerentanan wilayah Jakarta terhadap banjir.

Menurut Fahira, kehadiran Waduk ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penampung air, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu yang sangat dibutuhkan Jakarta. Hujan deras yang mengakibatkan banjir di sejumlah titik Jakarta dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa persoalan ini membutuhkan penanganan yang konsisten, terencana, dan lintas sektor.

“Peresmian Waduk Cilangkap Batu Licin adalah langkah maju yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak berhenti membangun solusi jangka menengah dan panjang. Namun, banjir adalah persoalan sistemik, sehingga keberhasilan waduk ini harus diperkuat dengan kebijakan yang terintegrasi,” kata Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Baca Juga: Gegara Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Kresek Tangerang Terendam Banjir

Namun, pengalaman banjir yang kembali terjadi di berbagai titik Jakarta mengajarkan satu hal penting bahwa tidak ada solusi tunggal untuk persoalan banjir. Penanggulangan banjir Jakarta harus dipahami sebagai kerja sistemik dari hulu hingga hilir, dari infrastruktur besar hingga solusi berbasis komunitas.

Sementara itu, terkait upaya penanggulangan banjir, Senator Jakarta ini menyampaikan empat harapan utama agar upaya penanggulangan banjir di Jakarta semakin efektif dan berkelanjutan.

Ia berharap pembangunan waduk dan infrastruktur pengendali air lainnya terus dilanjutkan dan disinergikan dalam satu sistem terpadu.

Waduk baru harus terhubung dengan jaringan sungai, saluran, dan pompa yang ada, sementara waduk-waduk lama perlu direvitalisasi melalui pengerukan sedimen dan peningkatan kapasitas tampung. Dengan demikian, daya tahan sistem terhadap hujan ekstrem dapat meningkat secara nyata.

Baca Juga: Bangunan Terendam Banjir, Siswa dari 3 SDN di Pandeglang Belajar dari Rumah

Kemudian, penataan sungai dan sistem drainase kota dipercepat dengan pendekatan yang adil dan berkelanjutan. Normalisasi dan naturalisasi sungai juga harus berjalan seiring dengan perlindungan warga terdampak, peningkatan kapasitas pompa di titik rawan genangan, serta pemeliharaan rutin infrastruktur air.


Berita Terkait


News Update