Femas Yani Arianto Orang Mana dan Kerja Apa? Ini Peserta Tour yang Diduga Kabur di Korea Selatan

Jumat 17 Jul 2026, 13:43 WIB
Femas Yani Arianto yang tengah menjadi sorotan usai diduga memisahkan diri dari rombongan wisata saat mengikuti perjalanan ke Korea Selatan bersama agensi travel Berani Backpacker. (Sumber: X/@LambeSahamjja)
Femas Yani Arianto yang tengah menjadi sorotan usai diduga memisahkan diri dari rombongan wisata saat mengikuti perjalanan ke Korea Selatan bersama agensi travel Berani Backpacker. (Sumber: X/@LambeSahamjja)

POSKOTA.CO.ID - Femas Yani Arianto tengah menjadi sorotan usai diduga memisahkan diri dari rombongan wisata saat mengikuti perjalanan ke Korea Selatan bersama agensi travel Berani Backpacker.

Menurut pemilik Berani Backpacker, Dhani, Femas diduga memisahkan diri dari rombongan sejak hari pertama perjalanan di Korea Selatan.

Sejak saat itu, pihak travel mengaku tidak lagi dapat berkomunikasi dengan Femas.

Ia disebut tidak memberikan kabar kepada tour leader maupun tour guide yang bertugas mendampingi rombongan selama berada di Negeri Ginseng.

Hilangnya salah satu peserta tersebut membuat pihak travel segera melakukan berbagai upaya pencarian serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

Dhani menjelaskan selama proses pendaftaran perjalanan, tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang ditunjukkan oleh Femas.

Bahkan, sebagai pemilik agensi, Dhani mengaku sempat berbincang langsung dengan Femas ketika proses administrasi dilakukan di kantor Berani Backpacker yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur.

Akibat peristiwa tersebut, Berani Backpacker mengaku menghadapi konsekuensi serius dari otoritas Korea Selatan.

Salah satu sanksi yang harus ditanggung adalah denda dengan nilai yang tidak sedikit.

"Kami travel dikenakan denda Rp 125 juta. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea."

Dhani menjelaskan bahwa konsekuensi tersebut bukan hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga kepada peserta lain yang mengikuti perjalanan secara resmi.


Berita Terkait


News Update