POSKOTA.CO.ID - Indonesia memiliki cita-ita besar, yakni menjadi negara maju dan bangsa yang teguh. Namun, seperti dikatakan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tantangan untuk mencapai cita-cita itu tidaklah ringan.
Namun, masih kata SBY, seberat apa pun selalu ada solusi. Dengan kebersamaan, dengan visi bersama, dengan kepemimpinan yang efektif bisa membangun hari esok yang lebih baik.
“Jadi ingat slogan kampanye saat pilpres dulu: Bersama kita bisa,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Tapi semangat kerja sama harus dilandasi dengan kepentingan yang sama, tujuan dan cita-cita yang sama pula. Bukan yang satu ngalor, lainnya ngidul, akhirnya ngalor ngidul nggak karuan,” kata Yudi.
“Kalau yang ngalor-ngidul, namanya bukan kerja sama, tapi kejar-kejaran bersama,” jelas Heri.
“Kerja sama juga membutuhkan ketulusan melepaskan ego pribadi, ego kelompok dan ego-ego yang lain harus melebur menjadi ego kebersamaan,” harap Yudi.
“Dengan kerja sama yang berat menjadi ringan, yang sulit akan menjadi mudah, yang rumit akan menjadi sederhana. Ibarat pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” kata mas Bro.
“Yang terpenting ada kemauan untuk bekerja sama,menyelesaikan tantangan yang berat secara bersama - sama.Percayalah, kalau ada kemauan, ada jalan. Itu kata pak SBY,” ulas Heri.
“Nah, dengerin tuh kuncinya ada pada kemauan,” ujar Yudi.
“Iya juga, sesulit apa pun, jika ada kemauan insya Allah akan ada jalan keluar mengatasi masalah.Sebaliknya, jalan sudah terbuka lebar, tapi enggak jalan-jalan karena tadi nggak ada kemauan untuk jalan,” ujar Yudi.
“Maknanya kemauan besar harus dibarengi dengan upaya dan aksi nyata melalui kerja keras dan kerja cerdas guna mendapatkan hasil yang berkualitas,” urai mas Bro.
“Ada satu lagi Bro, kerja ikhlas. Kerja yang didasari kerelaan dan ketulusan demi kebaikan, kemaslahatan umat, bukan semata berharap imbalan,” kata Heri.
“Kepuasan didapatkan jika hasil karyanya memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, bukan memberikan banyak manfaat untuk dirinya, keluarganya dan kerabatnya,“ ujar Heri.
“Jika itu yang terjadi, bukan ikhlas, tapi jalan pintas untuk memperkaya diri,” kata Yudi.
“Di era sekarang kian dibutuhkan kerja ikhlas untuk membangun negeri yang maju dan sejahtera. Ini juga perlu adanya kemauan untuk menjalankannya,” kata mas Bro. (Joko Lestari)
