Video Viral Aksi Pengeroyokan Guru oleh Siswa di SMK Negeri 3 Tanjabtim Jambi, Ini Kronologi Lengkapnya

Rabu 14 Jan 2026, 19:06 WIB
Video kericuhan di SMKN 3 Berbak, Tanjung Jabung Timur viral di media sosial. Seorang guru diduga dikeroyok siswa usai cekcok yang dipicu ucapan sensitif. (Sumber: X/@Heraloebss)

Video kericuhan di SMKN 3 Berbak, Tanjung Jabung Timur viral di media sosial. Seorang guru diduga dikeroyok siswa usai cekcok yang dipicu ucapan sensitif. (Sumber: X/@Heraloebss)

Ucapan tersebut memicu perdebatan sengit antara guru dan murid, yang kemudian berujung pada kekerasan fisik. Sejumlah siswa mengaku tersulut emosi karena merasa orang tua mereka dihina di depan umum.

Baca Juga: Bangunan Terendam Banjir, Siswa dari 3 SDN di Pandeglang Belajar dari Rumah

Pengakuan Guru: Bermula dari Teguran Tak Sopan

Guru yang terlibat dalam insiden tersebut, Agus Saputra, memberikan klarifikasi terkait kejadian itu. Ia menyebut peristiwa bermula saat dirinya sedang melintas di depan kelas dan mendengar salah satu siswa meneriakkan kata-kata yang dianggap tidak sopan.

Agus kemudian masuk ke dalam kelas dan meminta siswa yang bersangkutan untuk mengaku. Menurutnya, siswa tersebut justru menantang, hingga secara refleks ia menampar murid itu. Agus mengaku tindakannya dilakukan sebagai bentuk pendidikan moral.

Ia juga membantah tudingan menghina siswa. Menurut Agus, kata-kata yang disampaikan berkonteks motivasi dan tidak bermaksud merendahkan kondisi ekonomi siapa pun.

Baca Juga: Jalan Nasional di Pandeglang Rusak Parah, Warga Tanami Pohon Pisang

Mediasi Gagal, Pengeroyokan Tak Terhindarkan

Upaya mediasi sempat dilakukan dengan melibatkan guru dan komite sekolah. Dalam proses tersebut, siswa meminta Agus untuk meminta maaf, sementara Agus memberikan pilihan agar siswa berubah sikap atau mengajukan petisi bila tidak menginginkan dirinya mengajar lagi.

Namun, mediasi tersebut tidak menemukan titik temu. Saat Agus berjalan menuju ruang guru bersama pihak komite, ia justru dikeroyok oleh sejumlah siswa. Kericuhan berlanjut hingga jam belajar selesai, bahkan Agus mengaku sempat dilempari batu.

Ppihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jambi belum mengeluarkan keterangan resmi terkait kronologi lengkap serta langkah yang akan diambil menyikapi insiden tersebut.

Sementara itu, Agus telah melaporkan kejadian pengeroyokan yang dialaminya ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Ia mengaku mengalami memar di bagian wajah dan tubuh akibat insiden tersebut dan berharap ada penyelesaian yang adil demi terciptanya kembali lingkungan belajar yang aman dan kondusif.


Berita Terkait


News Update