Antam Buka Suara soal Kabar Ledakan di Area Tambang Bogor, Ini Penjelasan Resminya

Rabu 14 Jan 2026, 18:43 WIB
Isu Ledakan Tambang Bogor Viral, Antam Sampaikan Penjelasan Lengkap (Sumber: Dok/PT. Antam)

Isu Ledakan Tambang Bogor Viral, Antam Sampaikan Penjelasan Lengkap (Sumber: Dok/PT. Antam)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Kabar yang menyebut adanya ledakan di area tambang PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 14 Januari 2026, dipastikan tidak benar.

Informasi tersebut sempat beredar luas di media sosial dan pesan berantai, disertai narasi adanya ratusan orang terjebak serta paparan gas beracun di area tambang bawah tanah.

PT Antam melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa isu tersebut adalah hoaks dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Perusahaan menyatakan seluruh kegiatan operasional tambang berada dalam keadaan aman dan terkendali.

PT Antam Tegaskan Tidak Ada Ledakan Tambang

Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk, Wisnu Danandi, secara tegas membantah kabar yang berkembang di ruang digital. Ia menyebut informasi mengenai ledakan tambang dan klaim ratusan pekerja terjebak tidak memiliki dasar fakta.

Baca Juga: Begini Cara Usul dan Sanggah di Aplikasi Cek Bansos untuk Mendapatkan PKH dan BPNT

“Informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks),” ujar Wisnu Danandi dalam keterangan resmi PT Antam.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya warga di sekitar wilayah operasional tambang Kecamatan Nanggung.

Penjelasan Video Viral yang Beredar di Media Sosial

Menanggapi video yang beredar dengan narasi seolah terjadi ledakan, PT Antam menjelaskan bahwa rekaman tersebut bukan dokumentasi insiden darurat. Video itu merupakan bagian dari penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi sebelumnya.

Wisnu Danandi menjelaskan, aktivitas teknis tersebut dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan keselamatan kerja yang berlaku di industri pertambangan.

“Dokumentasi yang beredar merupakan bagian dari penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai prosedur keselamatan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja,” jelasnya.

Menurut perusahaan, langkah-langkah pengamanan seperti pengaturan sirkulasi udara, pengendalian risiko, serta pembatasan area kerja telah diterapkan secara ketat guna memastikan keselamatan seluruh pekerja.

Keselamatan Karyawan Dipastikan Aman


Berita Terkait


News Update