Kredit ini bersifat konsumtif karena ditujukan untuk kepemilikan hunian, meski properti memiliki nilai investasi jangka panjang.
Agunan utama KPR adalah rumah atau properti yang dibiayai, dan sertifikatnya ditahan bank hingga cicilan lunas.
7 Perbedaan Utama KUR dan KPR
- Fungsi dan Tujuan Penggunaan
KUR: Wajib digunakan untuk kegiatan usaha produktif, seperti modal kerja atau investasi.
Baca Juga: Daftar Sinetron Aurelie Moeremans dan Nikita Willy, Pertama Kali Main Bareng di Sinetron Ini
KPR: Digunakan khusus untuk pembelian atau renovasi properti, bukan untuk kegiatan usaha.
- Suku Bunga dan Skema Subsidi
KUR: Bunga rendah dan disubsidi pemerintah, rata-rata sekitar 6 persen efektif per tahun.
KPR: Menggunakan skema bunga fixed di awal, lalu floating mengikuti suku bunga pasar. KPR subsidi memiliki bunga tetap sekitar 5 persen hingga lunas.
- Agunan atau Jaminan
KUR: Untuk plafon tertentu, tidak memerlukan agunan tambahan.
KPR: Wajib menggunakan sertifikat rumah sebagai jaminan utama.
- Tenor Pinjaman
KUR: Relatif pendek, maksimal 3–5 tahun.
KPR: Jangka panjang, mulai 5 hingga 20 tahun atau lebih.
- Plafon Kredit
