Cerita Detik-detik Plafon Sekolah Ambruk Saat Siswa SDN 05 Pademangan Timur Santap MBG

Rabu 14 Jan 2026, 20:52 WIB
Perbaikan atap sekolah SD Negeri 05 Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu, 14 Januari 2026. (Sumber: Berita Jakarta)

Perbaikan atap sekolah SD Negeri 05 Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu, 14 Januari 2026. (Sumber: Berita Jakarta)

PADEMANGAN, POSKOTA.CO.ID - Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 05 Pademangan Timur, Eka Bahari menceritakan detik-detik plafon yang ambruk saat siswa tengah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 12 Januari 2026 kemarin saat hujan deras mengguyur berbagai wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Utara.

Plafon berbahan dasar gipsum itu tak mampu menahan rembesan air hujan yang meluap dari talang atas atap, sehingga plafon ruang kelas VI yang berada di lantai empat itu ambruk.

"Waktu itu hujannya sangat deras. Talang air di tengah atap tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke kiri dan kanan. Air masuk ke plafon, gipsumnya menjadi berat, lalu ambrol," kata Eka pada Rabu, 14 Januari 2026.

Baca Juga: Daftar Sinetron Aurelie Moeremans dan Nikita Willy, Pertama Kali Main Bareng di Sinetron Ini

Ia juga memastikan tidak ada korban atas peristiwa tersebut, pasalnya pihak sekolah langsung mengevakuasi para peserta didik saat tanda-tanda kerusakan muncul.

"Saat itu anak-anak baru selesai makan pagi MBG. Begitu hujan sangat deras dan air mulai mengalir, kami langsung mengevakuasi mereka ke lantai bawah. Prinsip kami, keselamatan peserta didik adalah yang utama," tuturnya.

Perbaikan Plafon Hampir Rampung

Kini, perbaikan plafon ruang kelas VI itu hampir rampung. Eka menyebutkan proses perbaikan sudah mencapai sekitar 95 persen.

Atas peristiwa itu, ia pun melakukan langkah antisipatif agar kejadian ambruknya plafon kelas tidak terulang lagi.

Baca Juga: Sosok Anak dan Istri Roby Tremonti Siapa? Ini Fakta Keluarga yang Disorot Usai Memoar Aurelie Moeremans Bikin Geger

“Perbaikan dilakukan secara intensif. Kami menambah saluran pembuangan air dari atap agar air hujan tidak kembali meluap,” ucapnya.

Selain itu, dalam perbaikan tersebut pihaknya juga melakukan pengecekan instalasi listrik agar aman bagi anak-anak.

“Instalasi listrik juga sudah dicek agar benar-benar aman untuk anak-anak,” ujarnya.

Selama proses perbaikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari.

"Hari ini kami fokus gladi bersih dan merapikan seluruh area. Insyaallah besok anak-anak sudah bisa kembali belajar tatap muka," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update