POSKOTA.CO.ID - Setelah lebih dari satu dekade menjadi sasaran hujatan publik, Roby Tremonti akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka.
Melansir dari channel Youtube @Starpro Indonesia, Roby mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri konflik panjang yang telah membayangi hidupnya selama 16 tahun terakhir.
“Tujuan saya satu, saya ingin membersihkan nama baik saya. Bukan untuk menyerang siapa pun,” ujar Roby dalam pernyataannya yang disampaikan secara terbuka.
Klarifikasi ini muncul di tengah kembali mencuatnya perbincangan publik terkait buku Broken Strings, yang ditulis oleh Aurelie. Roby menilai ada kesalahpahaman besar yang berdampak langsung pada citra dirinya, keluarganya, serta karier profesionalnya di industri hiburan.
Baca Juga: Respon Jeremie Moeremans Usai Aurelie Rilis Broken Strings, Sikapnya Jadi Sorotan Netizen
Dampak Buku dan Salah Tafsir Publik
Roby mengakui bahwa sejak buku tersebut beredar, persepsi publik terhadap dirinya berubah drastis. Ia menyebut munculnya berbagai tudingan ekstrem di media sosial, termasuk label yang menurutnya sangat tidak manusiawi.
“Saya dituduh macam-macam. Bahkan ada yang menyebut saya pedofil. Itu tuduhan yang sangat kejam dan tidak berdasar,” kata Roby dengan nada tegas.
Menurutnya, narasi yang berkembang di ruang publik tidak pernah melalui proses klarifikasi yang adil. Akibatnya, opini sepihak tumbuh dan membentuk stigma jangka panjang.
Tak hanya berdampak pada dirinya secara personal, Roby mengungkap bahwa keluarga menjadi pihak yang paling ia khawatirkan. Ia menyebut adanya ancaman dan pesan bernada intimidatif yang diterima keluarganya sejak isu tersebut mencuat kembali.
“Saya sebagai kepala keluarga harus melindungi mereka. Itu alasan utama saya bicara sekarang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa klarifikasi ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan polemik baru, apalagi membawa isu sensitif seperti agama atau keyakinan ke ruang publik.
