Dalam pernyataan lanjutan, Roby mengakui bahwa persepsi negatif publik telah berdampak langsung pada pekerjaannya. Beberapa kerja sama dan peluang profesional disebut batal akibat citra yang terlanjur melekat.
“Orang mungkin tidak sadar, tapi satu stigma bisa menghancurkan karier seseorang pelan-pelan,” kata Roby.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada rekan kerja, klien, dan profesional industri yang terdampak secara tidak langsung oleh kontroversi tersebut.
Baca Juga: Roby Tremonti Klaim Pernah Nikah Siri dengan Aurelie Moeremans, Sang Artis Tegas Membantah
Tidak Ingin Menyerang, Hanya Membela Diri
Roby menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat untuk menyerang Aurelie secara personal. Bahkan, ia menyatakan siap hadir di ruang dialog yang lebih panjang dan berimbang, seperti podcast, agar publik bisa memahami konteks secara utuh.
“Saya tidak ingin drama. Saya hanya ingin keadilan,” ucapnya, sembari menyebut nama Denny Sumargo sebagai figur yang ia percaya mampu memfasilitasi dialog terbuka.
Saat ditanya kemungkinan menempuh jalur hukum, Roby menegaskan sikapnya.
“Saya tidak ingin memperpanjang masalah. Saya ingin ini selesai,” katanya lugas.
Di akhir klarifikasinya, Roby bahkan menyampaikan doa dan harapan baik untuk Aurelie dan keluarganya, termasuk kehamilan istri Aurelie. Ia berharap publik berhenti memperpanjang konflik dan lebih bijak dalam menyikapi narasi personal yang dipublikasikan.
Roby juga menilai bahwa penulisan buku tersebut kemungkinan besar didorong oleh kebutuhan harga diri dan ekspresi personal, bukan semata-mata untuk menyerang pihak tertentu.
“Mungkin itu caranya bertahan. Saya tidak mau menghakimi,” tutup Roby.
