Penjualan Mobil Baru Terjun Bebas Sepanjang 2025, Honda Turun Paling Tajam

Selasa 13 Jan 2026, 19:27 WIB
Honda mencatat penurunan terdalam kategori merek Jepang di sepanjang 2025. (Sumber: Honda)

Honda mencatat penurunan terdalam kategori merek Jepang di sepanjang 2025. (Sumber: Honda)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kondisi pasar otomotif nasional masih belum pulih sepanjang 2025. Penjualan mobil baru di Indonesia tercatat mengalami penurunan, seiring melemahnya daya beli masyarakat.

Meski demikian, merek-merek Jepang tetap mendominasi pangsa pasar kendaraan roda empat di Tanah Air.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil baru secara wholesales sepanjang Januari hingga Desember 2025 hanya mencapai 803.687 unit.

Angka tersebut turun 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang masih mencatatkan 865.723 unit.

Baca Juga: Dari Pabrik hingga Logistik, Hyundai Siapkan Robot Humanoid Atlas Mulai 2028

Penjualan Retail Ikut Melemah

Penurunan distribusi dari pabrikan berdampak langsung pada penjualan ritel di tingkat dealer. Sepanjang 2025, penjualan mobil dari dealer ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit, turun 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 889.680 unit.

Hampir seluruh merek besar yang telah lama meramaikan industri otomotif nasional ikut merasakan dampaknya, termasuk lima pabrikan asal Jepang yang selama ini menjadi tulang punggung pasar mobil Indonesia.

Honda Catat Penurunan Penjualan Paling Tajam

Penjualan mobil baru Honda turun paling tajam di kategori pabrikan Jepang pada periode 2025. (Sumber: Honda)

Jika melihat data penjualan retail, Honda menjadi merek yang mengalami koreksi terdalam sepanjang 2025. Total penjualan Honda hanya mencapai 71.233 unit, merosot sekitar 31 persen dibandingkan tahun 2024 yang masih membukukan 103.023 unit.

Di tengah tekanan pasar, PT Honda Prospect Motor (HPM) berupaya menjaga performa penjualan melalui berbagai strategi, mulai dari keikutsertaan dalam pameran otomotif, peluncuran produk baru, hingga penawaran program penjualan.

Baca Juga: Kia Bersiap Masuk Babak Baru di Indonesia, Fokus Perkuat Relevansi Pasar Mobil

Toyota Masih Dominan Meski Turun

Toyota tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar mobil nasional, meski penjualannya juga mengalami penurunan.

Sepanjang 2025, penjualan retail Toyota tercatat 258.923 unit, turun sekitar 14,5 persen dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai 293.788 unit.

Sementara itu, Daihatsu juga mengalami penurunan signifikan. Penjualan ritel merek ini turun dari 168.263 unit di 2024 menjadi 137.835 unit pada 2025, atau terkoreksi sekitar 18 persen.

Data Penjualan 5 Merek Jepang

Wholesales 2024

  • Toyota: 288.982 unit
  • Daihatsu: 163.032 unit
  • Honda: 94.742 unit
  • Mitsubishi Motors: 72.217 unit
  • Suzuki: 66.809 unit

Baca Juga: All New Honda Vario 125 Resmi Diperkenalkan, Tipe Street jadi Varian Terbaru

Retail 2024

  • Toyota: 293.788 unit
  • Daihatsu: 168.263 unit
  • Honda: 103.023 unit
  • Mitsubishi Motors: 74.030 unit
  • Suzuki: 69.392 unit

Wholesales 2025

  • Toyota: 250.431 unit
  • Daihatsu: 130.677 unit
  • Mitsubishi Motors: 71.781 unit
  • Suzuki: 66.346 unit
  • Honda: 56.500 unit

Retail 2025

  • Toyota: 258.923 unit
  • Daihatsu: 137.835 unit
  • Honda: 71.233 unit
  • Mitsubishi Motors: 70.338 unit
  • Suzuki: 64.838 unit

Berita Terkait


News Update