POSKOTA.CO.ID - Senam poco-poco lagi menjadi perbincangan dalam beberapa hari ini, bukan karena popularitasnya sejak lama, tetapi gerakannya yang maju mundur tak ubahnya perubahan sistem pilkada yang diwacanakan.
Wacana perubahan sistem pilkada dari pemilihan langsung menjadi oleh DPRD membuat pilkada seperti maju mundur. Ini sejalan dengan pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri saat Rakernas PDIP PDIP di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta, Minggu, 11 Januari 2026.
Bagi PDIP, demokrasi itu harus dibuat maju ke depan, bukan dibuat maju mundur.
“Kalian paham enggak soal senam poco-poco?” tanya bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
Baca Juga: Link Video Call Parera Viral Jadi Buruan Warganet, Ini Fakta Sebenarnya
“Gerakan tarian poco-poco itu memang ada unsur maju dan mundur.Tapi ada gerakan lain, biasanya diawali dengan kaki rapat kemudian gerakan ke kiri dan ke kanan secara berulang. Mundur , lalu maju secara berputar ,” kata Yudi.
“Berarti gerakan cukup variatif. Bisa divariasikan dengan tangan di dana atau samping kepala, bisa pula dengan tepuk tangan,” kata Heri.
“Yang jelas, tari poco-poco gerakan yang dilakukan senada dan seirama. Jika ke kiri, semuanya ke kiri, enggak ada satu dua yang ke kanan. Mundur ya mundur semua. Maju, maju semua serentak dan kompak. Jika mundur, ya semuanya bergerak mundur, enggak ada yang nyeleneh,” urai mas Bro.
“Jadi enggak ada yang tampil beda ya,” kata Yudi.
“Kalau tampil beda, namanya tidak seirama,” jawab Heri.
