Harga Emas Antam Hari Ini 3 Maret 2026 Turun ke Rp3.122.000 per Gram, Waktunya Borong?

Selasa 03 Mar 2026, 10:25 WIB
Harga emas logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: logammulia.com)

Harga emas logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: logammulia.com)

POSKOTA.CO.ID - Harga emas logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa, 3 Maret 2026.

Berdasarkan pembaruan yang ditampilkan melalui situs resmi Logam Mulia, harga emas pecahan satu gram berada di level Rp3.122.000.

Angka tersebut turun Rp13.000 dibandingkan dengan harga pada perdagangan sebelumnya, Senin, 2 Maret 2026, yang tercatat sebesar Rp3.135.000 per gram.

Penurunan harga tidak hanya terjadi pada harga jual, tetapi juga pada harga pembelian kembali atau buyback.

Pada hari yang sama, Antam menetapkan harga buyback di level Rp2.901.000 per gram. Nilai ini juga terkoreksi Rp13.000 dibandingkan posisi sehari sebelumnya.

Harga buyback tersebut menjadi acuan penting bagi investor yang ingin menjual kembali emas logam mulia.

Lantas, apakah hari ini saat yang tepat untuk memborong emas logam mulia Antam? Mari simak informasi selengkapnya.

Baca Juga: 25 Link Download Gambar Mewarnai Ramadhan 2026 untuk Anak, Siap Cetak dan Gratis

Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar lengkap harga emas logam mulia Antam dalam berbagai pecahan per Selasa, 3 Maret 2026.

  • 0,5 gram: Rp1.611.000
  • 1 gram: Rp3.122.000
  • 5 gram: Rp15.385.000
  • 10 gram: Rp30.715.000
  • 25 gram: Rp76.662.000
  • 50 gram: Rp153.245.000
  • 100 gram: Rp306.412.000
  • 250 gram: Rp765.765.000
  • 500 gram: Rp1.531.320.000
  • 1.000 gram: Rp3.062.600.000

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini, 23 Februari 2026: Tertahan di Rp3 Juta per Gram

Waktunya Borong?

Secara historis, emas kerap dipandang sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) saat kondisi ekonomi global tidak menentu.


Berita Terkait


News Update