“Tapi dalam politik tak harus semuanya harus sama, sependapat. Tampil beda, termasuk beda pendapat dan sikap adalah hal biasa. Itulah dinamika demokrasi,” timpal mas Bro.
“Justru perbedaan pendapat itu kian memperkaya makna dan bobot demokrasi kita. Rumusan kebijakan dari hasil perbedaan pendapat itu akan lebih berarti, ketimbang kebijakan searah, terlebih melalui pemaksaan guna menganulir adanya perbedaan,” kata Heri.
“Iya, tapi dari beragam perbedaan itu dimaksudkan sebagai upaya mencapai hasil yang terbaik. Bukan asal beda, yang terpenting terlihat tampil beda. Bukan itu,” ujar mas Bro.
“Kalau cuma tampil beda, semuanya juga bisa. Yang diharapkan tampil beda secara terhormat. Apa yang diperjuangkan demi kemaslahatan umat. Bukan demi memenuhi hasrat,” kata Heri. (Joko Lestari)
