2.115 Rumah di Kabupaten Serang Terdampak Cuaca Ekstrem

Senin 12 Jan 2026, 19:26 WIB
Petugas BPBD Kabupaten Serang di Kecamatan Kibin. (Sumber: Dok. BPBD Kabupaten Serang)

Petugas BPBD Kabupaten Serang di Kecamatan Kibin. (Sumber: Dok. BPBD Kabupaten Serang)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Serang dilanda bencana, mulai dari banjir hingga tanah longsor.

Setidaknya ada 2.112 rumah terendam banjir, 2 rumah terdampak longsor dan 1 rumah terdampak angin kencang yang tersebar di 14 Desa dan sembilan Kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan citra radar pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 08.50 WIB, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur sebagian besar wilayah Provinsi Banten.

Baca Juga: 6 Kecamatan di Pandeglang Kembali Dikepung Banjir

Kondisi cuaca tersebut memicu terjadinya banjir, pohon tumbang akibat angin kencang, serta longsor di wilayah Serang.

Banjir dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Serang, meliputi Kecamatan Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, dan Anyer, dengan dampak pada permukiman warga dan kawasan perumahan.

Selain banjir, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Desa Bandulu, Kecamatan Anyer, yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat.

Sementara itu, bencana longsor atau pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Mancak, tepatnya di Desa Mancak, Kampung Libadak. Seluruh kejadian tersebut masih dalam penanganan aparat dan instansi terkait.

Baca Juga: Super Flu Merebak, Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat Siaga Penuh

Ajat menuturkan, pihaknya telah memberangkatkan Personil untuk melakukan assessment ke beberapa lokasi bencana di beberapa Kecamatan Kabupaten Serang.

Kata Ajat sebagian warga terdampak banjir melakukan evakuasi mandiri ke sanak saudara dan ke tempat yang lebih aman.

"Data masih terus diperbaharui. Kebutuhan mendesak alat Penyedot Air (Alkon) dan makanan siap saji," ujarnya.

Ajat juga mengaku merekomendasikan penerbitan Status Siaga Darurat, pemenuhan kebutuhan sarana prasarana lapangan, hingga penyiagaan personil dan sarana prasarana.

Baca Juga: Soal Kemasan MBG Pakai Plastik Kresek, Wabup Pandeglang Ancam Tutup SPPG Nakal

Selain itu, rapat koordinasi lintas sektoral juga dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi untuk dilakukan pembangunan TPT dan Normalisai perbaikan irigasi. (rah)


Berita Terkait


News Update