POSKOTA.CO.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi instrumen utama pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan.
Hingga akhir 2025, penyaluran KUR di provinsi ini menunjukkan tren yang stabil dengan dominasi pada segmen mikro dan sektor pertanian.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), total penyaluran KUR di Sulsel mencapai Rp16,83 triliun dengan 283.989 debitur hingga 31 Desember 2025. Angka ini mencerminkan tingginya minat UMKM terhadap pembiayaan berbunga rendah yang disubsidi pemerintah.
5 Daerah Dominan Penyaluran KUR di Sulsel
Penyaluran KUR di Sulawesi Selatan terkonsentrasi di lima daerah dengan nilai pembiayaan di atas Rp1 triliun. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bone, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Wajo, dan Kabupaten Bulukumba.
Baca Juga: Cek Penerima Bansos 2026: Begini Cara Lihat Apakah Anda Termasuk Desil 1, 2, 3, atau 4
Konsentrasi ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi UMKM di wilayah tersebut relatif aktif, terutama pada sektor perdagangan, pertanian, dan jasa.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Selayar tercatat sebagai daerah dengan penyaluran KUR terendah di Sulsel, yakni sebesar Rp132 miliar.
Segmen Mikro Masih Mendominasi
Dari sisi segmentasi, KUR Mikro menjadi tulang punggung pembiayaan UMKM di Sulawesi Selatan. Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menegaskan bahwa fokus KUR masih pada pelaku usaha berskala kecil.
“Penyaluran KUR di Sulsel masih didominasi segmentasi mikro,” ujar Moch Muchlasin, Kamis, 8 Januari 2026.
Secara rinci, KUR Mikro tercatat sebesar Rp13,18 triliun atau 78,28 persen dari total penyaluran dengan 262.941 debitur. Adapun KUR Kecil mencapai Rp3,339 triliun.
Sementara itu, segmen lainnya meliputi Supply Rumah Rp210 miliar, Demand Rumah Rp53 miliar, KUR Khusus Rp37 miliar, Super Mikro Rp16 miliar, dan KUR TKI Rp2 miliar.
