Aurelie Moeremans Buka Luka Masa Lalu dalam Buku Broken Strings, Ini Hal Sensitif yang Dibahas

Minggu 11 Jan 2026, 15:59 WIB
Aurelie Moeremans Rilis Memoar Broken Strings, Ungkap Luka Relasi Manipulatif di Masa Remaja (Sumber: Instagram/@aurelie)

Aurelie Moeremans Rilis Memoar Broken Strings, Ungkap Luka Relasi Manipulatif di Masa Remaja (Sumber: Instagram/@aurelie)

POSKOTA.CO.ID - Aktris dan penyanyi Aurelie Moeremans merilis sebuah memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Buku ini memuat kisah personal Aurelie sebagai penyintas hubungan manipulatif yang ia alami sejak usia 15 tahun.

Memoar tersebut dibagikan gratis kepada publik, dengan informasi unduhan tersedia melalui tautan di bio Instagram resmi Aurelie Moeremans.

Lewat Broken Strings, Aurelie membuka pengalaman pahit tentang relasi tidak sehat dengan seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama Bobby. Hubungan tersebut digambarkan sarat kontrol, manipulasi psikologis, eksploitasi, serta berbagai bentuk kekerasan yang secara perlahan merenggut masa mudanya.

Melansir dari instagram @aurelie, dalam pengantarnya, Aurelie menegaskan bahwa buku ini ditulis bukan untuk membuka luka lama semata, melainkan sebagai upaya penyembuhan dan edukasi publik. “Saya ingin kisah ini menjadi pengingat bahwa tidak ada seorang pun yang pantas kehilangan masa mudanya karena relasi yang salah,” tulis Aurelie dalam memoarnya.

Baca Juga: Martin YR Siapa dan Orang Mana? Viral Foto Bareng Kekasih Bak Princess Disney

Makna Judul Broken Strings dan Upaya Pemulihan Diri

Judul Broken Strings merepresentasikan kondisi psikologis Aurelie saat ituibarat senar yang putus, kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.

Frasa Fragments of a Stolen Youth menegaskan bagaimana pengalaman tersebut memotong fase remaja yang seharusnya diisi dengan pertumbuhan, rasa aman, dan eksplorasi jati diri.

Meski memuat kisah kelam, memoar ini juga mengangkat tema resiliensi, pemulihan trauma, dan kekuatan penyintas. Aurelie menyampaikan bahwa proses menulis menjadi bagian penting dari perjalanan mental health recovery yang ia jalani selama bertahun-tahun.

Manipulasi Emosional dan Pola Kontrol dalam Relasi Tidak Sehat

Salah satu isu utama yang diangkat dalam Broken Strings adalah manipulasi emosional. Aurelie mengisahkan bagaimana Bobby secara sistematis membuatnya meragukan diri sendiri, memutus relasi dengan keluarga, serta menanamkan ketergantungan emosional.

“Saya dibuat percaya bahwa tanpa dia, saya bukan siapa-siapa,” tulis Aurelie. Pola ini sejalan dengan karakteristik hubungan beracun (toxic relationship), di mana pelaku menggunakan gaslighting, rasa bersalah, dan isolasi sosial untuk mempertahankan kuasa.

Kontrol tersebut bahkan merambah ke aspek karier dan pergaulan. Bobby digambarkan mengatur keputusan penting Aurelie, mulai dari pekerjaan hingga lingkar pertemanan, sehingga ruang aman bagi korban semakin menyempit.

Kekerasan Fisik dan Seksual yang Disinggung dengan Hati-hati


Berita Terkait


News Update