OJK Respons Optimisme Purbaya soal Target IHSG 10.000 pada 2026

Sabtu 10 Jan 2026, 14:05 WIB
OJK merespons target IHSG 10.000 pada 2026 dengan menyiapkan strategi penguatan emiten, free float, dan peran investor institusi. (Sumber: YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)

OJK merespons target IHSG 10.000 pada 2026 dengan menyiapkan strategi penguatan emiten, free float, dan peran investor institusi. (Sumber: YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan IHSG yang berkelanjutan, bukan sekadar terdorong oleh momentum jangka pendek. OJK juga menilai penguatan tata kelola dan pengawasan perdagangan menjadi kunci menjaga kepercayaan pasar.

Pergerakan IHSG Awal 2026 Masih Positif

Kinerja IHSG di awal 2026 menunjukkan tren yang cukup solid. Pada perdagangan Jumat (9/1/2026), IHSG bergerak di zona hijau dan sempat mendekati level 9.000. Kapitalisasi pasar tercatat menembus Rp16.300 triliun, mencerminkan tingginya aktivitas transaksi di bursa.

Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan, meski sebagian lainnya mengalami koreksi. Kondisi ini menunjukkan dinamika pasar yang aktif dan responsif terhadap sentimen domestik maupun global.

Baca Juga: Purbaya Soroti Kinerja Dirjen Pajak Buntut Praktik Under Invoicing Sawit hingga Baja

Pemerintah Optimistis Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa IHSG dapat menembus level 10.000 pada 2026.

Optimisme tersebut didukung oleh arus masuk dana ke pasar keuangan, termasuk pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sepanjang kuartal IV 2025.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mulai dari percepatan belanja negara sejak awal tahun, penguatan koordinasi fiskal dan moneter dengan Bank Indonesia, hingga upaya mengurai hambatan dunia usaha. Kombinasi kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan.


Berita Terkait


News Update