OJK Respons Optimisme Purbaya soal Target IHSG 10.000 pada 2026

Sabtu 10 Jan 2026, 14:05 WIB
OJK merespons target IHSG 10.000 pada 2026 dengan menyiapkan strategi penguatan emiten, free float, dan peran investor institusi. (Sumber: YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)

OJK merespons target IHSG 10.000 pada 2026 dengan menyiapkan strategi penguatan emiten, free float, dan peran investor institusi. (Sumber: YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)

POSKOTA.CO.ID - Optimisme terhadap kinerja pasar modal Indonesia kembali menguat. Proyeksi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menembus level 10.000 pada 2026 yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat respons positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Regulator menilai target tersebut dapat tercapai apabila ditopang fundamental ekonomi yang kuat serta meningkatnya peran investor domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan bahwa pergerakan IHSG sangat bergantung pada kondisi fundamental ekonomi nasional.

“Bila fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan peran investor domestik meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai ya,” jelas Inarno pada jumpa pers daring Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 yang dikutip Poskota pada, Jumat 10 Januari 2026.

Baca Juga: Purbaya Optimis IHSG Bisa Tembus 10.000 pada 2026

Selama stabilitas ekonomi terjaga dan partisipasi investor dalam negeri terus meningkat, peluang IHSG mencapai level psikologis 10.000 terbuka lebar.

Menurut Inarno, kinerja emiten, likuiditas pasar, serta kepercayaan investor menjadi faktor kunci yang mendorong penguatan indeks. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pasar saham juga sensitif terhadap dinamika global, mulai dari kondisi ekonomi dunia hingga tensi geopolitik.

OJK Ingatkan Investor Kelola Risiko

Di tengah optimisme tersebut, OJK menekankan pentingnya kewaspadaan dalam mengambil keputusan investasi. Inarno mengingatkan bahwa kenaikan indeks tidak selalu berjalan linier dan bisa dipengaruhi berbagai sentimen eksternal dalam waktu singkat.

Sebagai regulator, OJK memastikan pasar modal Indonesia tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien. Fokus pengawasan tidak hanya pada pergerakan indeks, tetapi juga pada perlindungan investor dan penguatan integritas pasar secara keseluruhan.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa: Potong Anggaran Bisa Nol Defisit, Tapi Ekonomi Morat-marit

Fokus OJK di 2026

Memasuki 2026, OJK menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat ekosistem pasar modal. Peningkatan kualitas emiten, penambahan porsi free float, serta dorongan terhadap partisipasi investor institusi, baik domestik maupun global, menjadi prioritas utama.


Berita Terkait


News Update