Indro Warkop Sebut Pelaporan Komika Pandji Pragiwaksono sebagai Kemunduran Berpikir

Sabtu 10 Jan 2026, 15:49 WIB
Potret Indro Warkop, ini tanggapan soal laporan hukum terhadap Pandji Pragiwaksono. Komedian legendaris ini menyebutnya sebagai kemunduran demokrasi. (Sumber: Instagram/@indrowarkop_asli)

Potret Indro Warkop, ini tanggapan soal laporan hukum terhadap Pandji Pragiwaksono. Komedian legendaris ini menyebutnya sebagai kemunduran demokrasi. (Sumber: Instagram/@indrowarkop_asli)

POSKOTA.CO.ID - Polemik hukum yang menjerat komika Pandji Pragiwaksono atas materinya dalam pertunjukan stand-up comedy yang bertajuk Mens Rea terus berlanjut, kini menuai tanggapan kritis dari seniman senior.

Indro Warkop, aktor dan komedian legendaris, secara terbuka menyoroti laporan tersebut sebagai indikasi kemunduran dalam praktik demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Melansir dari di kanal YouTube Cumicumi, Komedian senior Indro dengan tegas menyayangkan sikap yang membawa materi komedi ke ranah hukum.

“Ya disayangkan, ini sebuah kemunduran cara berpikir, itu aja sih. Bagaimanapun juga komedi itu (stand up-nya Pandji),” ujarnya, dikutip Poskota pada, 10 Januari 2026. Baginya, komedi adalah sarana penyampaian kritik sosial yang sah, dan masyarakat perlu lebih dewasa menyikapinya.

Baca Juga: Polisi Dalami Laporan Dugaan Penistaan Agama oleh Pandji Pragiwaksono

Masyarakat Diajak Lebih Dewasa Menyikapi Humor

Indro menegaskan bahwa esensi dari kritik yang dibalut komedi seringkali bukan untuk menghina, tetapi merefleksikan realitas. Ia mengajak publik untuk tidak serta-merta merasa diserang.

“Kalau memang tidak terjadi, ngapain harus ada penolakan?” ungkapnya, menandaskan bahwa jika suatu materi tidak fakta, seharusnya tidak perlu direspons berlebihan. "Masyarakat kita harus banyak belajar lagi, khususnya tentang kritik yang dibalut dalam komedi," tambahnya.

Lebih mendalam, Indro mengaku sepemikiran dengan analisis Mahfud MD mengenai perubahan pola represi terhadap kebebasan berekspresi.

Menurutnya, tekanan kini tidak lagi datang secara langsung, melainkan melalui pihak ketiga. “Saya tertarik sama bahasanya Pak Mahfud MD yang lebih mengerti soal hukum. Jadi kita pada masa sekarang, penguasa mempergunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita,” paparnya. Pola ini, menurut Indro, perlu diwaspadai semua pihak.

Baca Juga: Pelaporan Pandji Pragiwaksono Malah Angkat Mens Rea ke Pencarian Teratas Google Trends, Ini Alasannya

Peringatan untuk Jaga Persatuan dan Hati-hati Adu Domba

Indro juga memberikan peringatan agar situasi ini tidak memecah belah masyarakat. Ia mengingatkan kembali semangat persatuan dari Sumpah Pemuda.

“Kita harus hati-hati. Ingat ke Sumpah Pemuda makanya. Jadi supaya jangan ada kesukuan dan jangan ada hal-hal seperti itu muncul gitu," pesannya. Hal ini menekankan pentingnya kebijaksanaan kolektif dalam merespons perbedaan pendapat.

Menyikapi konten spesifik Pandji, Indro memilih untuk menghormatinya sebagai bagian dari kebebasan beropini dan keyakinan artistik setiap individu.

“Saya nggak mau masuk terlalu dalam soal itunya. Karena itu kan menurut keyakinan dia. Saya nggak kepengen masuk itunya, itu opini dia kan," jelasnya.

Pernyataan ini menegaskan prinsipnya bahwa tidak semua karya komedi harus dilihat dari kacamata negatif atau dipidanakan.

Baca Juga: Istri Pandji Pragiwaksono Siapa? Jadi Sorotan Netizen Usai Viral Kontroversi Mens Rea

Kilas Balik Kasus: Laporan dari Pemuda NU dan Muhammadiyah

Kasus ini berawal ketika Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya pada 7 Januari 2026.

Mereka menuding materi Mens Rea yang tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025 mengandung unsur pencemaran nama baik, penghinaan, dan berpotensi menimbulkan keresahan publik. Pertunjukan yang penuh kritik sosial dan politik ini memang menjadi salah satu karya Pandji yang paling kontroversial.

Sorotan dari figur senior seperti Indro Warkop diharapkan dapat mendorong diskusi yang lebih substansial mengenai ruang demokrasi, batas humor, dan mekanisme sosial dalam menyikapi perbedaan di Indonesia.


Berita Terkait


News Update