“Kita harus hati-hati. Ingat ke Sumpah Pemuda makanya. Jadi supaya jangan ada kesukuan dan jangan ada hal-hal seperti itu muncul gitu," pesannya. Hal ini menekankan pentingnya kebijaksanaan kolektif dalam merespons perbedaan pendapat.
Menyikapi konten spesifik Pandji, Indro memilih untuk menghormatinya sebagai bagian dari kebebasan beropini dan keyakinan artistik setiap individu.
“Saya nggak mau masuk terlalu dalam soal itunya. Karena itu kan menurut keyakinan dia. Saya nggak kepengen masuk itunya, itu opini dia kan," jelasnya.
Pernyataan ini menegaskan prinsipnya bahwa tidak semua karya komedi harus dilihat dari kacamata negatif atau dipidanakan.
Baca Juga: Istri Pandji Pragiwaksono Siapa? Jadi Sorotan Netizen Usai Viral Kontroversi Mens Rea
Kilas Balik Kasus: Laporan dari Pemuda NU dan Muhammadiyah
Kasus ini berawal ketika Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya pada 7 Januari 2026.
Mereka menuding materi Mens Rea yang tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025 mengandung unsur pencemaran nama baik, penghinaan, dan berpotensi menimbulkan keresahan publik. Pertunjukan yang penuh kritik sosial dan politik ini memang menjadi salah satu karya Pandji yang paling kontroversial.
Sorotan dari figur senior seperti Indro Warkop diharapkan dapat mendorong diskusi yang lebih substansial mengenai ruang demokrasi, batas humor, dan mekanisme sosial dalam menyikapi perbedaan di Indonesia.
