Harijani, 64 tahun harus merogoh kocek sekira Rp10 ribu untuk mendapat empat ember air bersih yang digunakan untuk memasak dan konsumsi sehari-hari.
Ia terpaksa membeli air bersih, pasalnya air keran dari PAM keruh dan berbau sejak dua bulan lalu.
"Empat ember ini beli Rp10 ribu. Ini buat satu hari," kata Harijani kepada Poskota saat ditemui, Jumat, 9 Januari 2026.
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Insentif untuk Buruh Mulai dari Air Bersih, Kesehatan, hingga Transportasi
Harijani pun menuturkan bahwa keran di rumahnya tidak berfungsi normal. Bahkan sekalinya keluar, air PAM tersebut keruh dan berbau.
"Kalaupun keluar itu airnya keruh, udah gitu bau. Makanya saya beli air taruh ember," ungkapnya.
Senada dengan Harijani, Pengurus RT 03 Kelurahan Jembatan Besi, Suyuti membenarkan jika di wilayahnya sempat terjadi air keruh, bahkan air dari PAM itu berbau.
Namun sekarang air sudah mengalir dan sudah keluar dengan bersih.
Baca Juga: Pramono Groundbreaking Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya, Perkuat Layanan Air Bersih Jakarta
"Memang kemarin sempat keruh, ya kotor lah, tapi sekarang udah bersih," kata Suyuti.
Menurut Suyuti, air di sejumlah rumah warga sempat keruh semenjak adanya beberapa proyek galian di lokasi tersebut.
"Ya karena ada penggalian pipa, sudah gitu aja sih," kata dia.
