“Tiada guna diam saja ketika menyaksikan ketidakadilan, kecurangan dan ketidakjujuran terjadi di depan mata. Dengan sengaja membiarkan manipulasi dan korupsi terjadi di mana- mana. Lantang bicara memberantas korupsi, tapi diam-diam melakukan korupsi.” -Harmoko-
POSKOTA.CO.ID - Diam itu emas tak terbantahkan karena itulah pepatah yang sering kita dengar. Tapi tak selamanya diam itu emas, jika kita diam saja menyaksikan ketidakadilan terjadi di depan mata, membuka celah korupsi, penyelewengan dan penyalahgunaan jabatan.
Bila diam membiarkan perusak lingkungan kian merajalela menyebabkan bencana banjir bandang di mana – mana yang tak hanya menimbulkan kerugian harta benda, juga tak terbilang jumlah korban jiwa.
Jika pelanggaran hukum kian nyata di sekeliling kita, para pejabat negeri di level manapun, baik di pusat dan daerah wajib tampil di barisan, tak cukup irit bicara banyak kerja, melainkan harus banyak bicara dan banyak pula menghasilkan karya nyata bagi kemajuan bangsa.
Baca Juga: Kopi Pagi: Perkuat Ketahanan Pangan Lokal
Banyak bicara dikandung maksud banyak mengingatkan, memberi peringatan, ancaman bagi para koruptor, pencuri kekayaan sumber daya alam agar menghentikan aksinya. Siapa pun yang melanggar hukum akan ditindak tegas tanpa melihat latar belakang status dan jabatannya.
Banyak berkarya berarti tiada henti melakukan aksi nyata memberantas manipulasi dan korupsi, illegal logging, penyelundupan dan pelanggar hukum lainnya sebagaimana yang telah dinyatakan kepada publik.
Masyarakat akan sabar menunggu, jika apa yang diucapkan menjadi kenyataan. Janji secara bertahap terpenuhi. Sebaliknya, boleh jadi akan habis kesabaran manakala tak satunya kata dengan perbuatan, tidak satu pun janji terpenuhi dengan berbagai alasan.
Diibaratkan banyak bicara minim fakta. Dalam pepatah berbahasa Jawa: kakehan gludug, kurang udan.
Baca Juga: Kopi Pagi: Ubah yang Susah jadi Mudah
Sering dinyatakan, puluhan hingga ratusan triliun rupiah aset negara telah dijarah, yang semestinya dana tersebut dapat digunakan untuk memakmurkan rakyat, membangun jalan, jembatan dan ribuan sekolah rakyat.
