Dalam penjelasan lanjutan, Ohim mengungkapkan setidaknya tiga alasan utama mengapa ia menyebut kebiasaan Salshabilla Adriani mirip dengan kucing peliharaannya.
1. Aktivitas Sehari-hari yang Sederhana
Ohim mengatakan bahwa rutinitas harian istrinya tidak jauh berbeda dari kucing peliharaan di rumah, yakni makan, tidur, dan bermain.
“Makan, tidur, main kerjaannya,” kata Ohim.
Menurutnya, pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk candaan tentang rutinitas santai sang istri, bukan sebagai bentuk perbandingan yang merendahkan.
2. Sifat Manja
Alasan kedua berkaitan dengan sifat manja Salshabilla Adriani. Ohim menjelaskan bahwa setelah bangun tidur, istrinya kerap menghampirinya dan meminta perhatian.
“Jadi bangun tuh kerjaannya harus, ‘oh iya sayang, sini-sini’,” ujar Ohim.
Ia menambahkan bahwa sebelum menikah, kebiasaan tersebut biasa ia lakukan kepada kucing peliharaannya. Setelah menikah, perhatian tersebut kini terbagi antara istri dan kucing.
3. Tetap Ada yang Diurus
Ohim juga menyinggung soal kesepian yang ia rasakan saat masih hidup sendiri. Meski memiliki kucing, menurutnya tetap ada perbedaan signifikan setelah menikah.
Ia menjelaskan bahwa kucing bisa ditinggal bekerja selama satu hingga dua minggu asalkan sudah diberi makan. Namun, setelah menikah, tanggung jawabnya bertambah karena ada pasangan hidup yang perlu diperhatikan, sekaligus menjadi tempat berbagi.
“Sekarang tetap ada yang diurus, tapi juga ada yang ngurus,” ungkap Ohim.
Pernyataan Ohim membuka diskusi lebih luas tentang dinamika rumah tangga, pembagian peran, serta cara pasangan mengekspresikan kedekatan. Pakar komunikasi keluarga menilai, pernyataan figur publik kerap ditafsirkan beragam karena disampaikan dalam konteks hiburan namun dikonsumsi secara massal.
Dalam konteks ini, Ohim menegaskan bahwa dirinya merasakan perubahan positif setelah menikah, terutama karena kini memiliki teman untuk berbagi pikiran dan mengambil keputusan bersama.
