KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya menegaskan kehadiran Satgas Anti Tawuran mampu menekan aksi tindak tawuran selama Ramadhan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Hasilnya, hingga hampir sepekan bulan Ramadan tidak korban jiwa akibat dari tindakan tawuran yang sering terjadi di bulan Ramadan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan selama masa kerja satgas, aparat mengamankan enam remaja yang tengah mempersiapkan aksi tawuran.
Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam bentrokan. Sehingga sebelum terjadi tawuran para terduga pelaku sudah dibubarkan oleh satgas lebih dulu.
Baca Juga: ISESS Sebut Boleh Polda Metro Jaya Libatkan Brimob Cegah Tawuran: Asal Taati SOP
“Selama masa kerja Satgas Anti Tawuran, kami berhasil mengamankan enam remaja yang sedang melakukan persiapan tawuran. Sejumlah senjata tajam turut kami sita sebagai barang bukti dan saat ini para pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Budi dikutip dalam keterangannya, Selasa, 24 Februari 2026.
Budi memastikan, Satgas Anti Tawuran mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis melalui patroli kolaboratif antara warga serta patroli mobile dari satuan Korps Brigade Mobil (Brimob) dan Sabhara.
Kemudian langkah penindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk ketegasan aparat dalam mencegah jatuhnya korban jiwa sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku.
“Ketegasan ini kami ambil sebagai bentuk penegakan hukum sekaligus efek jera bagi siapa pun yang nekat membawa senjata tajam dan mengancam keselamatan orang lain,” beber Budi.
Baca Juga: Ramadhan Kondusif, Polda Metro Jaya Gagalkan Sejumlah Tawuran
Selain tindakan kepolisian, kata Budi, keterlibatan warga juga dinilai berkontribusi dalam menekan potensi tawuran. Di wilayah Cipayung, Depok, warga menggagalkan rencana tawuran sekelompok remaja dan menyerahkan mereka ke Polsek Pancoran Mas untuk penanganan lebih lanjut.
