Grok di Bawah Tekanan Global, xAI Dituding Lalai dalam Mencegah Pornografi Anak dan Deepfake Seksual

Selasa 06 Jan 2026, 11:15 WIB
Grok xAI (Sumber: Pinterest)

Grok xAI (Sumber: Pinterest)

Elon Musk sempat merespons isu ini dengan nada ringan, bahkan membagikan ulang gambar parodi bikinan Grok. Namun, tekanan publik dan regulator membuat sikapnya berubah.

Pada Sabtu, 3 Januari 2026, Musk menegaskan bahwa pengguna yang memerintahkan Grok menghasilkan konten ilegal akan menghadapi konsekuensi hukum setara dengan pihak yang mengunggah konten tersebut secara langsung.

Pernyataan itu diperkuat akun keamanan X yang menyatakan konten ilegal akan dihapus, akun pelanggar ditangguhkan permanen, dan perusahaan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

Kontroversi “Spicy Mode”

Grok sejak awal diluncurkan sebagai AI yang mengklaim menentang “kebenaran politik”. Namun, peluncuran fitur generator gambar dan video Grok Imagine pada Agustus 2025 justru menuai kontroversi.

Baca Juga: Saingi ChatGPT dan Gemini AI, Apple Kembangkan Aplikasi Kecerdasan Buatan Bernama Veritas

Fitur berbayar “Spicy Mode” memungkinkan pembuatan konten NSFW, termasuk ketelanjangan sebagian saja.

Meski aturan resmi melarang pornografi yang menyerupai seseorang dalam bentuk nyata maupun konten seksual anak, laporan menunjukkan sistem tersebut gagal menegakkan pembatasan secara konsisten.

Grok bahkan sempat menghasilkan visual telanjang figur publik dunia tanpa permintaan spesifik dan sangat mudah dibuat.

Kontroversi ini menambah daftar panjang masalah Grok, setelah sebelumnya xAI meminta maaf atas unggahan antisemit chatbot tersebut yang memicu kecaman luas.

Kasus Grok mempertegas tantangan besar AI generatif. Laporan Home Security Heroes (2023) mencatat, sekitar 98 persen video deepfake daring merupakan konten pornografi, dengan 99 persen korbannya adalah perempuan, menunjukkan dampak serius teknologi ini jika tanpa pengawasan ketat.


Berita Terkait


News Update