Ramadhan 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Prediksi Awal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Senin 05 Jan 2026, 07:51 WIB
Prediksi awal puasa Ramadhan 2026 versi Muhamammadiyah dan Pemerintah. (Sumber: Pinterest)

Prediksi awal puasa Ramadhan 2026 versi Muhamammadiyah dan Pemerintah. (Sumber: Pinterest)

Metode hisab merupakan cara penetapan awal bulan dengan menggunakan perhitungan astronomi.

Melalui pendekatan ini, posisi bulan dihitung secara matematis untuk mengetahui apakah hilal, yakni bulan sabit pertama setelah terjadinya ijtimak, sudah memenuhi kriteria untuk menandai masuknya bulan baru.

Hisab memungkinkan prediksi awal Ramadhan dilakukan jauh hari sebelumnya dengan tingkat akurasi yang tinggi, karena berbasis pada data astronomi yang terukur.

Sementara itu, metode rukyat mengandalkan pengamatan langsung terhadap hilal di berbagai titik pemantauan yang telah ditentukan.

Pengamatan ini biasanya dilakukan pada tanggal 29 bulan Sya’ban saat matahari terbenam.

Jika hilal berhasil terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Ramadhan.

Namun, apabila hilal tidak tampak, maka bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. Faktor cuaca, kondisi geografis, serta ketinggian hilal sering kali memengaruhi hasil rukyat, sehingga metode ini memiliki unsur variabel di lapangan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memilih untuk mengombinasikan metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal Ramadhan.

Hasil perhitungan hisab digunakan sebagai dasar ilmiah, sementara rukyat menjadi sarana verifikasi di lapangan.

Kedua metode tersebut kemudian dibahas dalam forum sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan organisasi Islam, pakar astronomi, dan lembaga terkait.

Keputusan sidang isbat itulah yang menjadi penetapan resmi awal Ramadhan secara nasional.

Di sisi lain, organisasi Islam seperti Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan dengan menggunakan metode hisab berdasarkan kriteria tertentu yang telah disepakati secara internal.


Berita Terkait


News Update