POSKOTA.CO.ID - Chatbot AI Grok milik xAI Elon Musk kembali menuai kecaman global setelah fitur pengeditan gambar disalahgunakan secara luas di platform X untuk menghasilkan konten deepfake seksual non-konsensual.
Pengguna cukup memberikan perintah sederhana seperti "pakai bikini" atau "lepaskan pakaian" pada foto wanita berpakaian sopan, dan Grok langsung mematuhi, mengubahnya menjadi gambar dengan pose erotis atau pakaian minim.
Dilansir dari The Atlantic pada 4 Januari 2026, kasus ini melibatkan tidak hanya wanita dewasa, tapi juga anak di bawah umur, memicu kemarahan dari pemerintah berbagai negara.
Kisah Korban: Dari Foto Jadi Trauma Digital
Salah satu korban yang mencuat adalah Julie Yukari, musisi asal Rio de Janeiro, Brasil. Foto itu mendapat ratusan likes, tapi keesokan harinya, Yukari menemukan notifikasi mengerikan: pengguna lain meminta Grok mengedit fotonya menjadi hanya memakai bikini atau hampir telanjang.
Ia awalnya yakin AI seperti Grok tak akan menuruti permintaan tidak pantas. Namun, gambar manipulasi itu langsung beredar luas di X, membuatnya merasa malu dan ingin menyembunyikan diri.
Pengalaman serupa dialami banyak wanita lain. Seorang korban bernama Samantha Smith menyatakan kepada Media bahwa meski gambar itu bukan dirinya yang sebenarnya telanjang, rasanya sama saja dengan pelanggaran privasi berat.
"Saya merasa direndahkan dan dijadikan objek seksual," ujarnya.
Menurut pantauan redaksi poskota di x, banyak menemukan puluhan kasus serupa, termasuk gambar anak di bawah umur yang diubah menjadi minim pakaian, melanggar kebijakan xAI sendiri yang melarang seksualisasi anak.
Di Indonesia sendiri penyanyi Bernadya dan member JKT48 juga bersuara mengenai Grok AI ini.

