Halim mengaku tidak merayakan malam Tahun Baru di Ancol. Ia dan keluarga memilih menghabiskan pergantian tahun di rumah di Jakarta Timur. Baru setelahnya, mereka berlibur ke Ancol sekaligus menginap di hotel kawasan wisata tersebut.
“Daripada pulang kena macet, ya sekalian staycation. Nunggu macet reda, hari ini baru pulang,” kata Halim.
Soal cuaca yang belakangan tak menentu, Halim mengaku tak terlalu khawatir. Menurutnya, kondisi pantai Ancol relatif aman bagi anak-anak.
“Kalau di sini enggak terlalu was-was. Ini kan laut, bukan samudra. Ombaknya enggak terlalu tinggi, masih aman,” ucapnya.
Baca Juga: Staycation Hemat! Ini 15 Hotel Murah Bandung di Bawah Rp500 Ribu
Meski demikian, Halim berharap ada perbaikan ke depan, terutama terkait fasilitas parkir.
“Parkir sih, itu aja. Lahan parkir jauh-jauh. Tapi overall oke,” katanya.
Cerita serupa datang dari Warsono (30) warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Bersama istri dan dua anaknya, ia memilih Pantai Ancol untuk menghabiskan libur sekolah anak-anaknya. Warsono mengatakan, Ancol menawarkan kenyamanan yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk kota.
“Lebih nyaman, enak, terus adem bawaannya di sini,” ujar Warsono.
Berbeda dengan Halim, pilihan berlibur ke Ancol datang langsung dari keinginan anak-anaknya. Mereka ingin bermain pantai dan menikmati pemandangan laut.
“Pilihan anak-anak. Pengen ke pantai, pengen jalan-jalan, lihat pemandangan. Kayaknya cakep banget,” kata Warsono.
Warsono dan keluarga tidak datang saat malam Tahun Baru. Mereka baru tiba setelah pergantian tahun, menyesuaikan dengan jadwal libur sekolah yang akan segera berakhir. Baginya biaya tiket masuk Ancol juga masih tergolong terjangkau.
