Jakarta Siaga Rob 4–6 Desember, Ratusan Pompa dan Modifikasi Cuaca Disiapkan

Kamis 04 Des 2025, 15:37 WIB
Suku Dinas SDA Jakarta Utara saat menanggulangi Rob. (Sumber: Kominfotik Pemprov Jakarta)

Suku Dinas SDA Jakarta Utara saat menanggulangi Rob. (Sumber: Kominfotik Pemprov Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemprov DKI Jakarta bersiaga menghadapi potensi rob pada 4–6 Desember 2025.

Berdasarkan laporan Time Forecast, puncak pasang diperkirakan terjadi pada 5 Desember dengan ketinggian muka air di Pasar Ikan mencapai sekitar +260 mPP.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyebut sejumlah wilayah hampir dipastikan mengalami genangan, seperti Kamal, Muara Angke, Baywalk Pluit, Sunda Kelapa, RE Martadinata, dan Blencong Marunda. Namun, kawasan Baywalk Pluit dinilai lebih aman berkat selesainya pembangunan tanggul mitigasi.

"Fenomena pasang diprediksi mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, dan akan surut lebih cepat karena durasi pasang yang pendek. Atas prediksi ini, kami meminta seluruh stakeholder menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi sebaik-baiknya,” ujar Ika kepada awak media, Kamis, 4 Desember 2025.

Sudin SDA Jakarta Utara, kata Ika, telah mengintensifkan berbagai langkah fisik dan nonfisik.

Baca Juga: BMKG Prediksi Rob 4–6 Desember, BPBD Jakarta Imbau Warga Pesisir Siaga

"Dalam pembangunan dan perbaikan tanggul, pemerintah terus menyelesaikan pembangunan tanggul mitigasi di Muara Angke, menata tanggul mitigasi kawasan docking kapal Mandala Bahari beserta tanggul darurat dermaganya, serta melanjutkan pembangunan tanggul dermaga Mandala Bahari," ucapnya.

Ia menambahkan, peninggian tanggul Kali Sunter di Jl. Cipeucang berlangsung bersamaan dengan peninggian tanggul Pelabuhan Sunda Kelapa oleh IPC serta pembangunan Tanggul NCICD di Muara Karang dan Ancol oleh Dinas SDA.

"Kementerian PUPR menutup kebocoran sheet pile Kali Ancol dan menambah sheet pile di sisi utara sebagai langkah penguatan," kata Ika.

Optimalisasi sistem air juga dipercepat melalui pengerukan Waduk Muara Angke, penambahan pompa mobile, pembuatan sodetan, pengurasan saluran, hingga pembangunan crossing saluran dari Jl. Pluit Karang Ayu menuju Pompa PLTU Muara Karang.

"Kesiapan pompa menjadi perhatian utama. Pemerintah telah menyiagakan berbagai pompa mobile dan membangun Pompa Sub Polder di tiga lokasi, yaitu Koyo Cabe–Jl. Lodan Raya, Jl. RE Martadinata, dan Jl. Gunung Sahari," ungkapnya.

Sebanyak 16 pompa mobile dan 5.000 karung pasir disiagakan, ditambah sekitar 500 personel satgas untuk penanganan genangan.

"Seluruh tim disiagakan bekerja cepat selama potensi rob berlangsung," kata Ika.

Ika juga mengimbau warga tetap waspada.

"Warga diminta rutin memantau informasi resmi mengenai pasang laut, mengamankan barang-barang yang berada di area rendah, menghindari aktivitas di daerah pesisir saat puncak pasang, serta segera melaporkan jika terjadi genangan melalui kanal layanan pemerintah," ucapnya.

Di sisi lain, BMKG memprediksi potensi banjir pesisir pada periode yang sama. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut koordinasi dengan BPBD, BNPB, dan BMKG terus berjalan.

Baca Juga: Banjir Rob di Jakarta Apa Penyebabnya? Simak Pemicu Utama Luapan Air Laut Hari Ini

"Hal yang berkaitan dengan cuaca. Sekarang ini pemerintah Jakarta sudah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan Badan Penanggulangan Bencana Pusat juga dengan BMKG. Waktu-waktunya tentunya mereka yang akan menentukan," ujar Pramono.

Ia mengatakan rob dapat memperparah banjir jika tidak dilakukan mitigasi.

"Contoh, hari ini ini sebenarnya kalau nggak ada pengaturan hujan, karena apa, karena robnya lagi naik dan puncak rob itu besok pagi jam 9 pagi tanggal 5, pasti banjirnya lebih parah," ujarnya.

Rob telah terjadi di beberapa titik pesisir.

"Sekarang yang terjadi adalah kenaikan rob di beberapa tempat, Muara Angke, Martadinata dan sebagainya terjadi," katanya.

"Tetapi curah hujannya kalau dilihat kemarin mendung gelap banget, tiba-tiba terang-benderang dan hanya hujannya. Nggak mungkin kalau itu tidak kita lakukan modifikasi," sambungnya.

Modifikasi cuaca, kata Pramono, akan terus diterapkan sepanjang Desember hingga Januari.

"Jadi modifikasi tentunya bergantung dengan data dan bergantung dengan lapangannya. Tetapi untuk bulan Desember dan sampai dengan Januari memang kami akan melakukan beberapa modifikasi cuaca," ungkapnya.

Pemprov DKI juga menyiapkan lebih dari 600 pompa air di berbagai titik rawan.

"Termasuk ketika rob kemarin naik, orang kan khawatir di Muara Angke, kan bisa kelihatan bahwa kemudian pompa sudah kita siapkan untuk mengatasi itu," ucapnya.

Pemprov memastikan seluruh tim bekerja 24 jam untuk meminimalkan dampak rob terhadap warga. (cr-4)


Berita Terkait


News Update