Isak Tangis Iringi Pemakaman Dua Bocah Tenggelam di Kali Cikarang, Satu Masih Dalam Pencarian

Minggu 30 Nov 2025, 18:27 WIB
Suasana pemakaman dua bocah yang tenggelam di Kali Cikarang, berlangsung haru di TPU Kampung Tanah Baru, Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

Suasana pemakaman dua bocah yang tenggelam di Kali Cikarang, berlangsung haru di TPU Kampung Tanah Baru, Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

Dede mengatakan, Fathan merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan baru masuk PAUD. Menurut Dede, sebelum hilang, Fathan sempat meminta uang Rp2.000 kepada neneknya untuk jajan dan bermain.

"Awalnya dia main sama teman-temannya. Sekitar jam 12.00 dia minta duit ke neneknya dan dikasih Rp2.000. Nah, pas itu enggak tahu dia ke mana. Dikira dia mau jajan, enggak tahunya dia malah main sama temannya, diajak ke kali," ungkap Dede.

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Sutrisno, membenarkan penemuan kedua korban di dua titik berbeda.

“Kedua korban anak sudah ketemu di Kali Cikarang. Setelah itu dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Menurut Sutrisno, seorang saksi bernama Fauzi 10 tahun, sempat melihat tiga bocah itu bermain di pinggir kali sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga: Lokasi Kali Cikarang Disebut Sering Makan Korban, Warga Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Namun hingga sore hari, mereka tak kunjung pulang. Warga kemudian menemukan alat pancing, sandal hitam, dan uang Rp5.000 milik korban di sekitar lokasi.

“Dugaan sementara korban terseret arus deras aliran sungai. Kami sudah melakukan cek TKP, memeriksa saksi-saksi, dan berkoordinasi dengan Tim SAR dan BPBD. Satu korban lainnya masih dalam pencarian,” jelasnya.

Korban lainnya, Fatur 6 tahun, hingga sore ini belum ditemukan. Personel Rescue SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, dan unsur SAR lainnya masih fokus melakukan pencarian. Komandan Tim SAR Bekasi, I Putu Suwartika, mengatakan debit air yang tinggi menyulitkan penyisiran.

“Kemarin debit air deras. Hambatannya banyak obstacle seperti sampah dan bebatuan. Penyelaman tidak mungkin dilakukan karena visibility nol dan sangat berbahaya,” tegasnya.


Berita Terkait


News Update