Isak Tangis Iringi Pemakaman Dua Bocah Tenggelam di Kali Cikarang, Satu Masih Dalam Pencarian

Minggu 30 Nov 2025, 18:27 WIB
Suasana pemakaman dua bocah yang tenggelam di Kali Cikarang, berlangsung haru di TPU Kampung Tanah Baru, Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

Suasana pemakaman dua bocah yang tenggelam di Kali Cikarang, berlangsung haru di TPU Kampung Tanah Baru, Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

CIKARANG UTARA, POSKOTA.CO.ID - Suasana duka mendalam menyelimuti pemakaman dua bocah yang tenggelam di aliran Kali Cikarang, Kampung Tanah Baru, RT 05/RW 02, Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Isak tangis pecah ketika kedua jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, pada Minggu 30 November 2025.

Kedua korban, Fathan Fadhillah Mubina, 6 tahun, dan Abiyasa Alhusayn, 5 tahun, dimakamkan setelah sebelumnya menjalani proses visum di RSUD Kabupaten Bekasi.

Kedua bocah tersebut, ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu pagi di lokasi berbeda dari titik awal kejadian.

Dede Rustandi, ayah dari Fathan, tak kuasa menahan duka saat menceritakan kehilangan putra sulungnya itu.

Baca Juga: Dua Bocah Ditemukan Tewas di Kali Cikarang, Satu Korban Masih dalam Pencarian Tim SAR

“Ya, namanya kehilangan anak ya, rasanya sedih, campur aduk lah, enggak karuan. Dia tuh (Fathan) anaknya aktif, senang bermain. Kadang-kadang main sama teman-temannya. Kesehariannya emang aktif,” ujar Dede di TPU.

Dede mengaku, baru mendapat kabar putranya tenggelam saat baru pulang dari kerja. Awalnya ia hanya diberi tahu bahwa Fathan sudah lebih dari dua jam tidak pulang.

“Pas pulang kerja saya dapat kabarnya. Dari tetangga yang anaknya juga ikut Fathan. Katanya sudah 2 jam lebih belum pulang. Langsung panik saya nyari muter-muter kawasan, enggak ketemu,” jelasnya.

Suasana pemakaman dua bocah yang tenggelam di Kali Cikarang, berlangsung haru di TPU Kampung Tanah Baru, Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

Karena panik, Dede bahkan meminta bantuan pemadam kebakaran untuk membantu pencarian.

“Ada yang ngomong main di kali, katanya main pancing-pancingan. Pusing nyari ke mana-mana, dicari enggak ketemu. Terus saya panik, akhirnya panggil Damkar,” ucapnya.

Dede mengatakan, Fathan merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan baru masuk PAUD. Menurut Dede, sebelum hilang, Fathan sempat meminta uang Rp2.000 kepada neneknya untuk jajan dan bermain.

"Awalnya dia main sama teman-temannya. Sekitar jam 12.00 dia minta duit ke neneknya dan dikasih Rp2.000. Nah, pas itu enggak tahu dia ke mana. Dikira dia mau jajan, enggak tahunya dia malah main sama temannya, diajak ke kali," ungkap Dede.

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Sutrisno, membenarkan penemuan kedua korban di dua titik berbeda.

“Kedua korban anak sudah ketemu di Kali Cikarang. Setelah itu dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Menurut Sutrisno, seorang saksi bernama Fauzi 10 tahun, sempat melihat tiga bocah itu bermain di pinggir kali sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga: Lokasi Kali Cikarang Disebut Sering Makan Korban, Warga Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Namun hingga sore hari, mereka tak kunjung pulang. Warga kemudian menemukan alat pancing, sandal hitam, dan uang Rp5.000 milik korban di sekitar lokasi.

“Dugaan sementara korban terseret arus deras aliran sungai. Kami sudah melakukan cek TKP, memeriksa saksi-saksi, dan berkoordinasi dengan Tim SAR dan BPBD. Satu korban lainnya masih dalam pencarian,” jelasnya.

Korban lainnya, Fatur 6 tahun, hingga sore ini belum ditemukan. Personel Rescue SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, dan unsur SAR lainnya masih fokus melakukan pencarian. Komandan Tim SAR Bekasi, I Putu Suwartika, mengatakan debit air yang tinggi menyulitkan penyisiran.

“Kemarin debit air deras. Hambatannya banyak obstacle seperti sampah dan bebatuan. Penyelaman tidak mungkin dilakukan karena visibility nol dan sangat berbahaya,” tegasnya.


Berita Terkait


News Update